Trump Kenakan Tarif 104% pada China Usai Deklarasi “Berjuang Sampai Akhir”
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China melaju menuju perang dagang habis-habisan, terkunci dalam permainan penuh risiko. Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 104% pada China, usai deklarasi “berjuang sampai akhir” dari pemerintah Negara Tirai Bambu tersebut.
Tarif Trump juga dikenakan terhadap puluhan mitra dagang AS sebesar minimal 10%. Sejak itu, ekonomi global telah terguncang dan memicu aksi jual pasar yang dramatis di seluruh dunia kemudian memicu ketakutan akan resesi.
Saham Wall Street jatuh lagi pada 8 April 2025 karena upaya yang awalnya berhasil untuk bangkit dari kerugian besar kini memudar lagi, di tengah kekhawatiran atas perang dagang Trump.
Tarif Trump dari puluhan negara akan naik lebih lanjut mulai pukul 12.01 dini hari di AS (12.01 WIB pada 10 April 2025). Ini akan mengakibatkan tarif yang dikenakan pada produk-produk China mencapai 104% yang mengejutkan pasar.
Tarif baru ini muncul setelah pemerintah China menolak Trump, yang tetap menantang meskipun indeks-indeks utama AS jatuh lagi pada perdagangan Selasa (8/4/2025).
Presiden AS itu yakin kebijakannya akan menghidupkan kembali basis manufaktur Amerika yang hilang, dengan memaksa perusahaan-perusahaan untuk pindah ke Amerika Serikat.
Namun, banyak pakar bisnis dan ekonom mempertanyakan seberapa cepat hal ini dapat terjadi. Ekonom juga memperingatkan inflasi yang lebih tinggi karena tarif menaikkan harga-harga.
Trump awalnya mengumumkan tarif tambahan sebesar 34% untuk barang-barang China. Namun, setelah China mengumumkan tarif balasannya sendiri sebesar 34% untuk produk-produk Amerika, Trump berjanji untuk mengenakan bea tambahan sebesar 50%.
Jika menghitung pungutan yang sudah ada yang diberlakukan pada Februari dan Maret 2025, maka kenaikan tarif kumulatif untuk barang-barang China selama masa jabatan kedua Trump akan mencapai 104%.
Mengahadapi Trump, otoritas China mengecam apa yang disebutnya sebagai pemerasan AS dan berjanji untuk "memeranginya sampai akhir". Sebaliknya, Trump bersikeras keputusan ada di tangan China.
"(Pemerintah China) sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana memulainya," ucap Trump seperti dikutip AFP, Rabu (9/4/2025).
Secara terpisah, pemerintah Kanada mengatakan tarifnya atas impor mobil AS akan mulai berlaku pada Rabu (9/4/2025).
China “Percaya Diri”
Dalam perang kata-kata antara dua ekonomi terbesar di dunia, China juga mengecam pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang mengatakan Amerika Serikat telah terlalu lama meminjam uang dari "petani China".
Sementara itu Uni Eropa (UE) berusaha meredakan ketegangan. Kepala blok tersebut, yaitu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, memperingatkan agar tidak memperburuk konflik perdagangan dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang.
Baca Juga:
Sejarah Pasar Saham Bakal Terulang?Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






