Jumat, 15 Mei 2026

Trump Kenakan Tarif 104% pada China Usai Deklarasi “Berjuang Sampai Akhir”

Penulis : Grace El Dora
9 Apr 2025 | 09:44 WIB
BAGIKAN
Ekonomi global telah terguncang sejak tarif Trump oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai diberlakukan. (Foto: AFP)
Ekonomi global telah terguncang sejak tarif Trump oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai diberlakukan. (Foto: AFP)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China melaju menuju perang dagang habis-habisan, terkunci dalam permainan penuh risiko. Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 104% pada China, usai deklarasi “berjuang sampai akhir” dari pemerintah Negara Tirai Bambu tersebut.

Tarif Trump juga dikenakan terhadap puluhan mitra dagang AS sebesar minimal 10%. Sejak itu, ekonomi global telah terguncang dan memicu aksi jual pasar yang dramatis di seluruh dunia kemudian memicu ketakutan akan resesi.

Saham Wall Street jatuh lagi pada 8 April 2025 karena upaya yang awalnya berhasil untuk bangkit dari kerugian besar kini memudar lagi, di tengah kekhawatiran atas perang dagang Trump.

ADVERTISEMENT

Tarif Trump dari puluhan negara akan naik lebih lanjut mulai pukul 12.01 dini hari di AS (12.01 WIB pada 10 April 2025). Ini akan mengakibatkan tarif yang dikenakan pada produk-produk China mencapai 104% yang mengejutkan pasar.

Tarif baru ini muncul setelah pemerintah China menolak Trump, yang tetap menantang meskipun indeks-indeks utama AS jatuh lagi pada perdagangan Selasa (8/4/2025).

Presiden AS itu yakin kebijakannya akan menghidupkan kembali basis manufaktur Amerika yang hilang, dengan memaksa perusahaan-perusahaan untuk pindah ke Amerika Serikat.

Namun, banyak pakar bisnis dan ekonom mempertanyakan seberapa cepat hal ini dapat terjadi. Ekonom juga memperingatkan inflasi yang lebih tinggi karena tarif menaikkan harga-harga.

Trump Kenakan Tarif 104% pada China Usai Deklarasi “Berjuang Sampai Akhir”
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato dalam acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS pada Rabu (2/4/2025). (Foto: AP/ Mark Schiefelbein)

Trump awalnya mengumumkan tarif tambahan sebesar 34% untuk barang-barang China. Namun, setelah China mengumumkan tarif balasannya sendiri sebesar 34% untuk produk-produk Amerika, Trump berjanji untuk mengenakan bea tambahan sebesar 50%.

Jika menghitung pungutan yang sudah ada yang diberlakukan pada Februari dan Maret 2025, maka kenaikan tarif kumulatif untuk barang-barang China selama masa jabatan kedua Trump akan mencapai 104%.

Mengahadapi Trump, otoritas China mengecam apa yang disebutnya sebagai pemerasan AS dan berjanji untuk "memeranginya sampai akhir". Sebaliknya, Trump bersikeras keputusan ada di tangan China.

"(Pemerintah China) sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana memulainya," ucap Trump seperti dikutip AFP, Rabu (9/4/2025).

Secara terpisah, pemerintah Kanada mengatakan tarifnya atas impor mobil AS akan mulai berlaku pada Rabu (9/4/2025).

China “Percaya Diri”

Dalam perang kata-kata antara dua ekonomi terbesar di dunia, China juga mengecam pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang mengatakan Amerika Serikat telah terlalu lama meminjam uang dari "petani China".

Sementara itu Uni Eropa (UE) berusaha meredakan ketegangan. Kepala blok tersebut, yaitu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, memperingatkan agar tidak memperburuk konflik perdagangan dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia