Jumat, 15 Mei 2026

Kesepakatan Geopolitik Jadi Cara Presiden Prabowo Dukung Penyelesaian Konflik Gaza

Penulis : Agnes Valentina
9 Apr 2025 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto memulai perjalanan kerja menuju kawasan Timur Tengah hingga ke Yordania, bertolak pada pagi ini, Rabu (9/4/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto memulai perjalanan kerja menuju kawasan Timur Tengah hingga ke Yordania, bertolak pada pagi ini, Rabu (9/4/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – Demi mencapai banyak penyelesaian konflik Gaza dan Kawasan Timur lainnya, Presiden Prabowo Subianto akan mengajukan sejumlah kesepakatan geopolitik. Inilah yang menjadi cara Presiden Prabowo untuk mendukung penyelesaian konflik.

Hari ini, Rabu (9/4/2025), Presiden Prabowo memulai perjalanan kerja menuju Kawasan Timur Tengah hingga ke Yordania.

“Walaupun Indonesia berada jauh dari kawasan tersebut, tapi Indonesia sebagai negara yang penduduk Muslimnya terbesar di dunia, dan perannya sebagai negara non blok harus siap terlibat dan berperan dalam tugas perdamaian ini,” papar Presiden Prabowo sebelum melakukan penerbangan dari Bandara Halim Jakarta, Rabu.

ADVERTISEMENT

Sebagai negara non blok, Presiden menyatakan Indonesia saat ini dianggap sebagai pihak yang bisa diterima oleh banyak negara yang bertikai. Sehingga menurutnya, posisi ini menjadi tanggung jawab Indonesia untuk siap berperan mendamaikan negara-negara yang bertikai tersebut.

“Sebagai negara non blok bahkan dianggap pemimpin non blok yang berperan selalu bebas aktif, yang tidak mau mengikuti blok manapun, Indonesia dianggap bisa diterima oleh banyak pihak, bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai, saya kira posisi ini membuat kita memang memiliki tanggung jawab. Saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak untuk berperan. Kami siap berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia,” terangnya.

Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia sudah sejak lama siap dalam peran ini. Bahkan katanya, sejak pemerintahan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia sudah banyak membantu dan siap dari segi kemanusian dengan mengirimkan bantuan ke Gaza.

“Kami juga mengirimkan tim medis yang terus bekerja di Gaza meski dalam kondisi yang cukup berbahaya sekalipun. Bahkan rumah sakit tempat kami bekerja sering ditembaki, namun kami bersyukur, saya terima kasih pada prajurit dari tim kesehatan dan TNI yang telah bekerja di situ,” katanya.

Tak hanya itu, presiden menyatakan juga siap melakukan evakuasi terhadap para korban luka ke Indonesia. Bantuan pengobatan ini, kata Presiden, akan segera didiskusikan dengan baik oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama pemerintahan Palestina.

Sehingga, menurutnya, Indonesia akan siap dengan berbagai skema evakuasi para korban di wilayah perang tersebut.

Sementara itu, kunjungan kerja Presiden Prabowo akan dimulai dari Abu Dhabi yaitu kota terbesar kedua di Uni Emirat Arab (UEA). Di sana, ia akan bertemu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan. “Untuk melakukan konsultasi tukar-menukar pikiran tentang perkembangan geopolitik dan geoekonomi dunia sekarang,” tuturnya.

Setelahnya, presiden akan terbang menuju Ankara yaitu ibu kota Turki untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan sebagai balasan kunjungan presiden Turki ke Indonesia beberapa waktu lalu. “Beliau undang saya ke situ, juga untuk menghadiri forum diplomatik di kota Antalya, di situ saya akan melakukan konsultasi dengan beliau tentang beberapa hal,” lanjut Prabowo.

Prabowo menyatakan akan melakukan konsultasi mengenai geopolitik, geoekonomi, kerja sama industri, kerja sama perdagangan, kerja sama pendidikan, dan kerja sama kebudayaan dalam kunjungan yang berakhir pada 12 April 2025 mendatang. Setelah kesepakatan dicapai antara Indonesia dan Turki, Presiden Prabowo akan mampir ke Kairo, Mesir.

“Saya akan mampir di Mesir, Kairo, untuk berkonsultasi dengan Presiden Abdul Fattah as-Sisi. Kemudian dari Kairo saya akan terbang ke Doha, ibu kota Qatar, untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan dan untuk menyelesaikan kesepakatan antara Qatar dan Indonesia. Juga tanda tangan berbagai perjanjian dan kesepakatan yang cukup strategis bagi kedua negara,” pungkasnya.

Yordania akan menjadi kunjungan kenegaraan terakhir untuk melakukan konsultasi bersama Raja Yordania Abdullah II.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia