Kamis, 14 Mei 2026

Mantan Menkeu AS Janet Yellen Yakin Kebijakan Tarif Trump Keliru

Penulis : Grace El Dora
15 Apr 2025 | 15:52 WIB
BAGIKAN
Mantan menteri keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada 21 Maret 2023. (Foto: Jim WATSON / AFP)
Mantan menteri keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada 21 Maret 2023. (Foto: Jim WATSON / AFP)

WASHINGTON, investor.id – Mantan menteri keuangan Amerika Serikat (menkeu AS) Janet Yellen yakin kebijakan tarif Trump keliru. Ia mengatakan, alasan di balik kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump tidak jelas dan sama sekali tidak masuk akal.

Ia juga tahu pemerintah China pun ingin meredakan konflik ini, lapor Bloomberg pada Selasa (15/4/2025).

Yellen menjabat sebagai gubernur The Federal Reserve (The Fed) selama pemerintahan Barrack Obama dan pemerintahan periode pertama Trump. Ekonom senior itu mengatakan gejolak baru-baru ini di pasar obligasi dan melemahnya dolar mencerminkan hilangnya kepercayaan, meskipun keadaan belum sampai pada titik di mana bank sentral perlu campur tangan.

ADVERTISEMENT

"Langkah-langkah menuju penghapusan tarif, penurunannya, adalah positif tetapi kita berada dalam dunia yang penuh ketidakpastian," papar Yellen seperti dikutip Bloomberg, Selasa.

Ia juga menyatakan kebingungan mengenai beberapa target kampanye tarif Trump. Menurutnya, tarif yang dijanjikan Trump akan bersifat resiprokal alias timbal balik malah dihitung berdasarkan defisit perdagangan bilateral. Ini termasuk, terkadang, dengan cara menghukum negara yang defisit perdagangannya semakin parah dalam beberapa tahun terakhir karena perusahaan-perusahaan Amerika mendiversifikasi rantai pasokan untuk mengambil barang dari China.

"Saya bingung tentang apa yang akan dicari pemerintahan Trump dengan Vietnam, misalnya. Kami secara aktif mendorong Vietnam untuk mulai memproduksi barang-barang yang selama ini kami andalkan dari China. Demi tujuan keamanan nasional, kami menginginkan diversifikasi rantai pasokan," tutur Yellen.

Yellen mengatakan, ia berpikir pemerintah China akan lebih suka menghapus hambatan perdagangannya baru-baru ini jika AS juga melakukannya. Besarnya tarif yang diterapkan terhadap China hampir menjadi penghalang untuk berdagang, beber Yellen. Ia juga memperingatkan, jika tetap diberlakukan maka tarif Trump akan menyebabkan pemisahan yang efektif dari dua ekonomi terbesar di dunia.

"Saya pikir tarif yang telah kami tetapkan pada China akan memberikan beban yang sangat signifikan pada rumah tangga Amerika. Tentu saja, banyak hal berubah setiap harinya," tukasnya.

Bahkan dengan semua ketidakpastian yang dihadapi oleh investor, pemerintah, dan konsumen, Yellen menilai ekonomi AS masih kuat dan dia tidak melihat perlunya intervensi oleh bank sentral saat ini.

"Jika kekhawatiran stabilitas keuangan yang nyata muncul, saya yakin The Fed akan mempertimbangkan untuk menggunakan fasilitas likuiditasnya seperti yang dilakukan pada awal pandemi. Namun, kita belum sampai pada titik itu," pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia