Jumat, 15 Mei 2026

AS Akan Pangkas Jangkauan Diplomatiknya Demi Efisiensi Anggaran

Penulis : Grace El Dora
17 Apr 2025 | 14:15 WIB
BAGIKAN
Bendera Amerika Serikat (AS) dan bendera USAID berkibar di luar gedung USAID di Washington, AS pada 1 Februari 2025. (Foto: REUTERS/ Annabelle Gordon)
Bendera Amerika Serikat (AS) dan bendera USAID berkibar di luar gedung USAID di Washington, AS pada 1 Februari 2025. (Foto: REUTERS/ Annabelle Gordon)

Sisa-sisa badan pembangunan USAID diasumsikan oleh para penulis memo tersebut telah diserap sepenuhnya ke dalam Departemen Luar Negeri, kata The Washington Post. Adapun USAID sudah lumpuh dan diincar untuk ditutup oleh Trump dan pendukungnya, miliarder Elon Musk.

Hanya Kongres yang dapat mengesahkan pemotongan tersebut. Partai mayoritas Republik masih membutuhkan beberapa suara Demokrat untuk meloloskan sebagian besar rancangan undang-undang (RUU) tersebut.

Namun, usulan tersebut kemungkinan akan menjadi pertimbangan penting dalam negosiasi anggota parlemen atas anggaran 2026.

ADVERTISEMENT

Departemen pemerintah menghadapi tenggat waktu minggu ini untuk mengirimkan rencana pemotongan mereka ke pemerintah AS, tetapi Deplu belum membuat pengumuman publik apa pun. Tidak jelas apakah Rubio telah mendukung memo 10 April 2025 tersebut, tetapi ia harus menandatangani pemotongan apa pun sebelum dapat dipertimbangkan oleh Kongres.

Dokumen tersebut menetapkan 10 kedutaan besar dan 17 konsulat untuk ditutup, termasuk misi di Eritrea, Luksemburg, Sudan Selatan, dan Malta, menurut outlet politik Punchbowl News. Lima konsulat yang akan ditutup berada di Prancis sementara dua berada di Jerman, lapor Punchbowl. Daftar tersebut juga mencakup misi di Skotlandia dan Italia.

Di Kanada, konsulat AS di Montreal dan Halifax akan diperkecil untuk memberikan diplomasi jarak terakhir dengan dukungan lokal yang minimal, lapor situs web itu seperti dikutip dari dokumen tersebut.

Misi AS untuk badan-badan internasional seperti Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan dan dana anak-anak PBB, UNICEF, akan digabungkan dengan pos-pos diplomatik di kota tempat mereka berada.

Sementara itu pada Selasa Rubio menulis Deplu telah membatalkan 139 hibah lebih lanjut senilai US$ 214 juta untuk "program yang salah arah". Ia mengutip proyek anti-ujaran kebencian di Inggris sebagai salah satu contohnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia