Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Suku Bunga AS Akan Lebih Rendah Jika Gubernur The Fed Paham

Penulis : Grace El Dora
19 Apr 2025 | 20:23 WIB
BAGIKAN
Foto kompilasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. (Foto: Reuters)
Foto kompilasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik terbarunya kepada Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, saat ketidakpuasan pemerintah terhadap pemimpin kebijakan ekonomi tersebut mencapai puncaknya. Trump menyebut suku bunga AS akan lebih rendah jika gubernur The Fed paham situasinya.

Menjelang akhir pekan ini, Trump menunjukkan contoh-contoh mendinginnya inflasi AS.

"Jika kita memiliki Ketua Fed yang memahami apa yang dilakukannya, suku bunga juga akan turun," kata Trump seperti dikutip CNBC internasional, Sabtu (19/4/2025).

ADVERTISEMENT

Presiden AS itu telah lama berpendapat The Fed, yang menetapkan kebijakan moneter di AS, harus memangkas suku bunga. Komentar terbarunya muncul saat pemerintah meningkatkan serangannya terhadap Powell dalam beberapa hari terakhir.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada Jumat (19/4/2025) Trump dan timnya sedang menilai apakah mereka dapat memecat gubernur The Fed. Powell sebelumnya mengatakan ia tidak dapat dipecat berdasarkan hukum dan bermaksud untuk menjabat hingga akhir masa jabatannya sebagai ketua pada Mei 2026.

"Presiden dan timnya akan terus mempelajari masalah itu," kata Hassett, lapor Reuters. Hal ini dilontarkan Hassett di Gedung Putih, setelah seorang reporter mempertanyakan apakah memecat Powell merupakan pilihan yang belum pernah ada sebelumnya.

Trump mengunggah di media sosialnya Truth Social pada Kamis (17/4/2025), pemberhentian Powell tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Unggahannya menyertakan julukan "Terlambat" (Too Late) untuk Powell, yang merupakan kelanjutan dari kebiasaan Trump dalam memberikan gelar satir kepada para pesaing politiknya.

Penggunaan kata "pemberhentian" menimbulkan pertanyaan seputar apakah Trump merujuk pada potensi pemecatan Powell dari jabatannya lebih cepat dari jadwal. Hassett mengatakan, pemerintah akan melihat apakah ada analisis hukum baru yang akan memungkinkan pemecatan Powell.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia