Jumat, 15 Mei 2026

Suksesi Paus Fransiskus Jadi Sorotan Dunia

Penulis : Grace El Dora
22 Apr 2025 | 19:10 WIB
BAGIKAN
Jenazah Paus Fransiskus disemayamkan di kapel pribadinya di Vatikan, Senin (21/4/2025). (dari kiri) Dekan Kardinal Giovanni Battista Re, uskup yang tidak disebutkan identitasnya, Sekretaris Negara Pietro Parolin, Pembawa Acara Uskup Agung Diego Giovanni Ravelli, Kardinal Camerlengo Kevin Joseph Farrell, dan Pembawa Acara Lubomir Welnitz. (Foto: Vatican Media via AP)
Jenazah Paus Fransiskus disemayamkan di kapel pribadinya di Vatikan, Senin (21/4/2025). (dari kiri) Dekan Kardinal Giovanni Battista Re, uskup yang tidak disebutkan identitasnya, Sekretaris Negara Pietro Parolin, Pembawa Acara Uskup Agung Diego Giovanni Ravelli, Kardinal Camerlengo Kevin Joseph Farrell, dan Pembawa Acara Lubomir Welnitz. (Foto: Vatican Media via AP)

ISTANBUL, investor.id – Dengan mangkatnya Paus Fransiskus, Gereja Katolik menghadapi momen yang menentukan saat Dewan Kardinal kembali berkumpul di Vatikan untuk memilih paus baru. Saat ini, suksesi Paus Fransiskus menjadi sorotan dunia.

Menurut laporan Anadolu, untuk pertama kalinya sebanyak 1,3 miliar umat Katolik sedunia bisa jadi akan memiliki seorang pemimpin yang berasal dari Asia ataupun Afrika, dua kawasan yang biasanya kurang terwakili dalam hierarki tertinggi Gereja Katolik.

Setelah Paus Fransiskus dimakamkan, proses konklaf yang khidmat dan rahasia dimulai di Kapel Sistina Vatikan. Para kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak pilih akan melakukan beberapa putaran pemungutan suara hingga seorang calon paus mendapat dua-per-tiga suara dukungan.

ADVERTISEMENT

Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025) waktu Vatikan, setelah mengalami sakit berkepanjangan di usianya yang ke-88 tahun. Lahir di Buenos Aires, Argentina pada 17 Desember 1936, Paus Fransiskus telah menjadi sosok yang dicintai dan menimbulkan kontroversi selama satu dasawarsa kepausannya.

Setelah selama ini kardinal yang terpilih sebagai Paus didominasi oleh tokoh Eropa, perhatian kali ini tersorot kepada para calon dari Negara-negara Selatan, yang menunjukkan adanya pergeseran pengaruh dalam Gereja Katolik.

Peter Turkson (Ghana)

Kardinal Peter Turkson dikenal sebagai salah satu pemimpin gereja dari Afrika yang paling energetik dan dihormati di kancah internasional.

Mantan Uskup Agung Cape Coast berusia 76 tahun itu ditunjuk sebagai Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II pada 2003 dan memainkan peranan penting di era Paus Fransiskus sebagai kepala Dewan Pontifikal untuk Keadilan dan Perdamaian.

Turkson dikenal di lingkaran gereja sebagai pembela respons perubahan iklim, kemiskinan, dan keadilan ekonomi. Ia ditugaskan Paus Fransiskus sebagai duta perdamaian untuk Sudan Selatan. Jika terpilih, Turkson akan menjadi Paus berkulit hitam pertama dan menjadi langkah bersejarah yang akan semakin mengeratkan jalinan antara Gereja Katolik dan Afrika.

Luis Antonio Tagle (Filipina)

Seorang calon kuat lainnya adalah Luis Antonio Tagle, mantan Uskup Agung Manila yang kerap dijuluki "Fransiskus dari Asia".

Kardinal berusia 67 tahun itu kini bertugas sebagai Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa. Dikenal sebagai kardinal yang liberal, Tagle senantiasa membela keadilan sosial dan inklusivitas serta kasih bagi kaum papa dan terpinggirkan.

Jika terpilih, Tagle akan menjadi Paus pertama dari Benua Asia, sebuah titik baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Pietro Parolin (Italia)

Kardinal Pietro Parolin bertugas sebagai Kardinal Sekretaris Negara di bawah Paus Fransiskus sejak 2013. Ia berperan besar dalam negosiasi antara Vatikan dengan pemerintah China dan negara-negara Timur Tengah.

Sebagai salah satu pejabat yang paling berpengalaman di Vatikan, Kardinal berusia 70 tahun itu juga telah bertugas di Dewan Kardinal sejak 2014. Parolin dikenal sebagai seorang yang terus membela respons perubahan iklim, kemiskinan, dan keadilan ekonomi.

Peter Erdo (Hongaria)

Seorang kardinal dari Hongaria, Erdo merupakan Uskup Agung Esztergom-Budapest sejak 2003. Apabila terpilih, Erdo akan menjadi paus kedua yang berasal dari bekas negara komunis Eropa setelah Paus Yohanes Paulus II dari Polandia.

Selain keempat kardinal di atas, calon-calon lain yang berpotensi menjadi Paus adalah Robert Sarah dari Guinea, Matteo Zuppi dari Italia, dan Mario Grech dari Malta.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia