Jumat, 15 Mei 2026

Sekarang Trump Mengaku Tak Berniat Memecat Gubernur The Fed Jerome Powell

Penulis : Grace El Dora
23 Apr 2025 | 11:47 WIB
BAGIKAN

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sekarang mengatakan ia "tidak berniat" memecat Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Trump mengatakan dirinya tak akan melakukan pemecatan sebelum masa jabatan Powell sebagai pimpinan bank sentral AS itu berakhir tahun depan.

"Tidak ada sama sekali. Tidak pernah," ucap Trump di Ruang Oval Gedung Putin, ketika diminta untuk mengklarifikasi dirinya tidak meminta Powell dipecat, seperti dikutip CNBC internasional, Rabu (23/4/2025).

Komentar tersebut merupakan perubahan dramatis bagi Trump yang baru-baru ini meningkatkan retorikanya terhadap Powell. Trump sempat menolak untuk mengesampingkan kemungkinan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memecatnya.

ADVERTISEMENT

Harga saham berjangka AS naik tajam di seluruh indeks utama pada Selasa (Rabu pagi WIB) menyusul pernyataan terbaru Trump.

Trump telah memberikan tekanan kepada gubernur The Fed untuk memangkas suku bunga dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Jika saya ingin dia keluar dari sana, dia akan keluar dengan sangat cepat," kata Trump minggu lalu tentang Powell.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada Jumat (18/4/2025) mengatakan Trump dan para pembantunya secara aktif mempelajari kemungkinan memecat Powell.

Powell ditunjuk Trump selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden dan menjabat sebagai ketua Fed hingga Mei 2026. Ia dengan tegas menyatakan presiden tidak dapat mencopotnya berdasarkan hukum.

Trump pada Senin (21/4/2025) melontarkan kritiknya yang paling pedas terhadap Powell. Presiden AS itu menyebut Powell sebagai pecundang besar dan mendesaknya untuk segera menurunkan suku bunga. Namun ketika ditanya pada Selasa sore tentang prospek pemecatan Powell, Trump mengatakan pers memberitakan hal-hal yang tidak penting.

"Tidak, saya tidak berniat memecatnya. Saya ingin melihatnya sedikit lebih aktif dalam hal idenya untuk menurunkan suku bunga. Ini adalah waktu yang tepat untuk menurunkan suku bunga," kata Trump setelah upacara pelantikan Paul Atkins sebagai ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Pernyataan Trump muncul setelah indeks saham utama AS ditutup secara signifikan lebih tinggi, bangkit dari aksi jual tajam pada hari Senin yang setidaknya sebagian terkait dengan ketakutan yang dipicu oleh serangan Trump terhadap Powell.

Beberapa kritikus dan analis memperingatkan tindakan presiden mencopot jabatan ketua dewan gubernur The Fed akan menyebabkan kepanikan di pasar. Pasalnya, secara tradisional The Fed beroperasi secara independen dari pemerintah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia