AS Mau Mundur dari Negosiasi Konflik Rusia di Ukraina
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mau mundur dari negosiasi konflik Rusia di Ukraina. Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pemerintahnya tidak akan lagi menjadi penengah perundingan damai Rusia dan Ukraina, kecuali para pihak yang berperang memberikan usulan konkret untuk mengakhiri konflik.
Juru bicara Kemenlu AS Tammy Bruce mengatakan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio telah menyampaikan hal ini kepadanya. "Kita sekarang berada pada saat usulan konkret perlu disampaikan oleh kedua pihak tentang cara mengakhiri konflik ini," ucapnya seperti dikutip Anadolu, Rabu (30/4/2025).
"Bagaimana kita melangkah dari sini adalah keputusan yang sekarang berada di tangan presiden (Donald Trump). Jika tidak ada kemajuan, kami akan mundur sebagai mediator dalam proses ini," ujar Bruce, Rabu.
Ancaman tersebut telah disampaikan lebih dari seminggu lalu oleh para pejabat senior, termasuk Trump, Rubio, dan Wakil Presiden AS JD Vance. Sementara itu, pemerintah AS terus menekan Ukraina dan Rusia agar menyetujui gencatan senjata.
Pemerintah Rusia pada Senin (28/4/2025) secara sepihak menyatakan gencatan senjata tiga hari selama 8-10 Mei 2025 untuk mempersiapkan peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Sementara Trump dan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tetap menyerukan penghentian permanen untuk permusuhan.
"Sekarang, sekali lagi, ada upaya manipulasi. Entah kenapa, semua orang seolah-olah harus menunggu sampai 8 Mei sebelum menghentikan tembakan, hanya untuk memberikan Putin keheningan demi paradenya," ujar Zelensky dalam sebuah pesan video di aplikasi perpesanan Telegram.
"Kami menghargai kehidupan manusia, bukan parade. Itulah sebabnya kami percaya, dan dunia percaya, bahwa tidak ada alasan untuk menunggu sampai 8 Mei," tambah pemimpin Ukraina itu.
Zelensky menekankan, setiap gencatan senjata tidak boleh bersifat sementara tetapi langsung, penuh, dan tanpa syarat.
“Setidaknya selama 30 hari untuk memastikan itu aman dan dijamin. Ini adalah landasan yang bisa mengarah pada diplomasi yang nyata," tukasnya. Presiden itu juga menekankan, militer Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Tag Terpopuler
Terpopuler






