Trump Tuduh Kontraksi Ekonomi AS Adalah Salah Joe Biden
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh kontraksi ekonomi AS adalah salah mantan presiden Joe Biden. Seperti diketahui Departemen Perdagangan AS mengumumkan ekonomi AS berkontraksi 0,3% dari tahun ke tahun (YoY) pada kuartal I-2025.
Angka ini disesuaikan dengan inflasi dan musim, kata departemen tersebut seperti dikutip Reuters, Jumat (2/5/2025). Pihaknya menambahkan, itu adalah penurunan paling tajam sejak kuartal I-2022.
Data ini juga dinilai lebih buruk daripada yang diperkirakan analis yang disurvei oleh Wall Street Journal sebesar 0,4%.
Perlambatan terjadi setelah 2024 yang ditandai dengan pertumbuhan yang stabil dan inflasi yang menurun secara progresif. Pada kuartal I-2025 ekonomi AS menciptakan 456 lapangan kerja baru, dibandingkan dengan 628 pada kuartal IV-2024, sementara tingkat pengangguran tetap pada 4,1%.
Namun, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan baru pemerintahan Presiden Trump menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan bisnis. Menurut laporan Wall Street Journal, penerapan bea masuk baru tersebut ditakdirkan untuk memberikan dampak negatif terutama pada data untuk kuartal II-2025.
Perwakilan Gedung Putih telah mengatakan tarif adalah alat untuk meningkatkan manufaktur dalam negeri dan memperkuat ekonomi, tetapi para pedagang khawatir tentang kenaikan harga dan hilangnya daya saing.
Defisit perdagangan AS mencapai titik tertinggi baru pada Maret 2025, sebagian karena persediaan yang menumpuk untuk mengantisipasi tarif. Di pasar, volatilitas telah mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke hasil kuartalan terburuk sejak 2022.
Pada kuartal sebelumnya yaitu pada akhir 2024, produk domestik bruto (PDB) AS telah mencatat pertumbuhan sebesar 2,4%. Data yang diterbitkan tepat saat Trump merayakan seratus hari masa jabatan keduanya ini berisiko menyebabkan hari turbulensi lainnya di Wall Street.
Dalam pesan yang diunggah di akun sosialnya Truth Social, Presiden Trump menyalahkan pendahulunya yaitu Joe Biden atas kontraksi ekonomi sebesar 0,3%.
“Ini pasarnya Biden, bukan Trump. Saya baru bertanggung jawab pada 20 Januari. Tarif akan segera mulai membuahkan hasil dan perusahaan-perusahaan kembali ke AS dalam jumlah yang sangat besar. Negara kita akan berkembang pesat, tetapi kita harus melepaskan beban yang ditinggalkan Biden,” demikian bunyi teks tersebut.
Menurut Trump, ini akan memakan waktu cukup lama, tetapi penurunan PDB nasional tidak ada hubungannya dengan tarif. Kepala Gedung Putih itu kemudian menjanjikan ledakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah masa transisi ini berakhir.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






