Robert Prevost Paus Pertama dari Amerika Utara
VATIKAN, investor.id – Kardinal Robert Prevost, yang nama kepausannya adalah Paus Leo XIV, telah menjadi paus pertama dari Amerika Utara.
Penunjukan tersebut kemungkinan akan menyenangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Orang dalam Vatikan sebelumnya mengatakan AS memiliki pengaruh geopolitik yang lebih dari cukup tanpa mengambil alih kepausan.
“Dia bukan salah satu kandidat yang jelas, tetapi dia mengenal semua orang, dia menghabiskan 30 tahun sebagai misionaris, dia menguasai bahasa. Waktunya di Peru berarti dia adalah salah satu kardinal Amerika yang paling tidak 'Amerika'. Tetapi dia memahami Amerika dan dia dapat berbicara dengan negara itu, yang penting di era Trump,” kata orang dalam Vatikan seperti dikutip The Telegraph, Jumat (9/5/2025).
Kardinal Prevost (69) yang lahir di Chicago, memiliki CV yang mengesankan. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun di Peru, pertama sebagai misionaris dan kemudian sebagai uskup agung. Ia dipandang sebagai seorang reformis seperti Paus Fransiskus, yang mengirim Kardinal Prevost untuk memimpin keuskupan Chiclayo di Peru pada 2014. Kardinal Prevost disebut menyukai negara itu, sehingga ia memperoleh kewarganegaraan Peru pada 2015.
Ia memimpin keuskupan hingga 2023, ketika Fransiskus membawanya ke Roma untuk menjadi kepala Dikasteri Vatikan untuk Para Uskup yang bertugas memeriksa nominasi untuk pendeta senior di seluruh dunia.
Kardinal Prevost juga merupakan presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Pekerjaan ini membuatnya tetap berhubungan secara teratur dengan hierarki Katolik di wilayah dunia yang masih memiliki jumlah umat Katolik terbanyak.
Meskipun tidak terlalu menonjolkan diri di Roma, ia merupakan bagian dari salah satu reformasi paling signifikan yang dilakukan oleh Fransiskus. Tiga wanita ditambahkan ke dalam pemungutan suara blok, yang memutuskan nominasi uskup mana yang akan diajukan kepada paus.
Sebelum pemilihannya, telah diperkirakan usia yang relatif muda dapat merugikannya karena para kardinal tidak ingin memilih paus yang pemerintahannya dapat berlangsung selama dua dekade atau lebih.
Kekhawatiran ini jelas dikesampingkan oleh mayoritas kardinal pemilih, yang telah memberikan Gereja Katolik paus pertama dari AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


