Jumat, 15 Mei 2026

Warren Buffett Akui Dirinya Mengundurkan Diri karena Merasa Tua

Penulis : Grace El Dora
15 Mei 2025 | 19:16 WIB
BAGIKAN
Squishmallow berbentuk Warren Buffett (kiri) dan Charlie Munger dipamerkan dan dijual di stan Jazwares di CHI Health Center Omaha untuk pertemuan tahunan Berkshire Hathaway, Sabtu (3/5/2025) di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. (Foto: AP/ Rebecca S. Gratz)
Squishmallow berbentuk Warren Buffett (kiri) dan Charlie Munger dipamerkan dan dijual di stan Jazwares di CHI Health Center Omaha untuk pertemuan tahunan Berkshire Hathaway, Sabtu (3/5/2025) di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. (Foto: AP/ Rebecca S. Gratz)

OMAHA, investor.id – Usia bukan sekadar angka bagi Warren Buffett. Investor legendaris berusia 94 tahun itu baru-baru ini mengejutkan para pemegang saham usai mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire Hathaway setelah 60 tahun yang luar biasa.

Alasan di balik keputusannya adalah efek fisik dari penuaan yang dialaminya, kata Buffett dalam wawancara baru dengan The Wall Street Journal. Warren Buffett mengakui, dirinya mengundurkan diri karena merasa tua.

"Saya tidak benar-benar mulai menua, entah mengapa, sampai saya berusia sekitar 90 tahun. Namun, saat Anda mulai menua, itu memang terjadi. Itu tidak dapat diubah lagi," ungkapnya kepada The Journal dalam wawancara telepon seperti dikutip Kamis (15/5/2025).

ADVERTISEMENT

Pria yang dijuluki Oracle of Omaha itu akan berusia 95 tahun pada Agustus 2025. Warren Bufffett mengungkapkan ia mulai kehilangan keseimbangan sesekali, terkadang mengalami masalah mengingat nama seseorang. Penglihatannya juga menjadi kurang jelas saat membaca koran.

Hal ini menandai berakhirnya era di Berkshire, yang merupakan pabrik tekstil New England yang gagal enam dekade lalu dan berubah menjadi konglomerat yang unik dengan bisnis yang mencakup mulai dari Geico Insurance hingga BNSF Railway.

Buffett menyerahkan kendali dengan nada gembira karena saham Berkshire mendekati rekor tertinggi, memberikan konglomerat itu kapitalisasi pasar hampir US$ 1,2 triliun.

Dewan Berkshire memberikan suara bulat untuk mengangkat Greg Abel, yang sekarang menjadi wakil ketua operasi nonasuransi, sebagai presiden dan CEO pada 1 Januari 2026 dan agar Buffett tetap menjadi ketua.

Namun, Buffett mengatakan ia tetap tajam secara mental untuk membuat keputusan investasi ketika peluang muncul. Ikon value investing ini dikenal jeli memanfaatkan gejolak pasar dan harga yang tertekan untuk melakukan pembelian besar.

“Saya tidak mengalami kesulitan dalam membuat keputusan tentang sesuatu yang pernah saya buat 20 tahun lalu atau 40 tahun lalu atau 60 tahun lalu. Saya akan berguna di sini jika terjadi kepanikan di pasar karena saya tidak takut ketika harga barang turun atau orang lain merasa takut. ... Dan itu sebenarnya bukan karena usia,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia