Bill Gates Kenang Ayahnya Tak Pernah Panik, Ini Filosofinya Mengasuh Anak
JAKARTA, investor.id – Bill Gates menganggap sebagian besar keberhasilannya berkat cara orang tuanya membesarkannya. Ayahnya, William Gates Sr., disebutnya sangat percaya pada filosofi pengasuhan yang disebut "Cinta dan Logika". Metode ini melibatkan penetapan batasan yang jelas untuk anak-anak dan menegakkannya dengan tenang disertai empati, kata Bill Gates seperti dikutip CNBC internasional, Sabtu (16/5/2025).
"Jelas (bagi saya) dunia adalah tempat yang berada di bawah kendalinya," ungkap miliarder tersebut. Ayahnya selalu berusaha untuk tetap tenang dan selalu dapat diprediksi, kata Bill Gates, bahkan saat anak-anaknya sedang berjuang atau bertingkah.
"Dia tidak pernah panik. Dia tidak pernah harus menunjukkan emosi atau menggunakan emosi terhadap saya, bahkan saat saya sangat keras kepala," lanjutnya.
Bill Gates mengaku ia adalah anak yang membuat frustrasi. Ia kerap berselisih dengan ibunya, menolak meninggalkan kamar tidurnya di mana dia menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku, hingga meneriaki ibunya dengan sinis jika ibunya mencoba memancingnya keluar, tulisnya dalam memoar barunya “Source Code” yang diterbitkan awal Februari 2025.
Orang tuanya khawatir tentang perjuangan awalnya di sekolah, di mana dia sering terganggu dan tidak tertarik untuk mengerjakan tugas dengan serius, tambahnya. Bill Gates menyebabkan begitu banyak kekacauan sehingga orang tuanya membawanya ke terapis, tulisnya.
“Saya berselisih dengan orang tua saya,” kenang Gates saat memberi tahu terapis tersebut.
Ayah Bill Gates, yaitu Bill Gates Sr. menggunakan ketenangan untuk meredakan konflik. Bukannya bereaksi berlebihan dengan meninggikan suaranya atau memberikan hukuman yang keras, Gates Jr. menyebut ayahnya akan selalu menggunakan akal sehat, perhatian, dan ketenangan.
"(Percaya pada) peraturan yang jelas, menegakkannya dengan cara yang jelas dan dapat diprediksi, dengan jumlah emosi yang minimum," beber Gates, yang merupakan inti dari filosofi "Cinta dan Logika". Filosofi ini pertama kali dipopulerkan pada 1970-an oleh para kreatornya Foster Cline selaku psikiater anak dan Jim Fay yang adalah seorang pendidik.
Ayah Gates sering kali pulang dari pekerjaannya sebagai pengacara dan dengan tenang meredakan konflik apa pun yang muncul antara Gates dan ibunya, Mary.
"Di rumah kita, seperti yang Anda tahu, kita tidak melakukan hal-hal seperti itu. Saya pikir adil jika kami naik ke atas sekarang dan meminta maaf," kenang Bill Gates, menirukan ayah yang menurutnya memiliki jarak emosional yang menunjukkan bahwa dia serius.
"Dan saya sebaiknya mendengarkan," imbuh Bill Gates. Satu-satunya pengecualian yang menonjol adalah ketika suatu kali, Bill Gates begitu 'cerdik' saat makan malam semasa kecilnya sehingga ayahnya melemparkan segelas air ke wajahnya. Reaksi "ekstrem" ini sangat tidak biasa, sehingga membuat Gates yang lebih muda terkejut.
Seiring waktu, pengaruh ayahnya yang menenangkan itu telah membantu Gates mengendalikan ledakan emosinya dengan lebih baik.
Kini Ia Menerapkan Filosofi yang Sama
Orang tua Bill Gates memiliki gaya pengasuhan yang berbeda dan keduanya pantas mendapatkan pujian atas keberhasilannya sebagai orang dewasa, kata dia. Mary Gates cenderung menjadi lebih bereaksi dibandingkan suaminya ketika Bill berperilaku buruk atau berprestasi buruk di sekolah, namun Bill Gates membantu membentuk motivasi putranya untuk berhasil.
"Ada sesuatu tentang hubungan saya dengan ibu saya yang membuat saya sangat ingin berhasil sehingga tidak akan ada pertanyaan (tentang) kekecewaan," lanjut Gates.
Dia juga memuji orang tuanya karena berpikiran terbuka saat menghadapi anak yang sulit. Mereka memberinya kebebasan untuk mengeksplorasi minat dan keingintahuannya, termasuk menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya untuk membaca atau pergi hiking selama seminggu dengan teman-temannya, sebutnya. Mereka selalu mendorong keingintahuannya, memperlakukan minatnya dengan hormat, dan memujinya karena mengajukan pertanyaan yang bijaksana, tulis Gates.
“Itu cara yang sangat menakjubkan (mereka) mengambil apa pun kecenderungan alami saya dan benar-benar mendorongnya maju,” tukasnya.
Gates kemudian mengadopsi filosofi ayahnya ketika dia dan istrinya saat itu Melinda memiliki tiga anak. Ia mengutip “Parenting With Love and Logic”, buku karya Cline dan Fay, sebagai salah satu dari 10 buku favoritnya sepanjang masa dalam sebuah artikel New York Times pada 2016.
“Itu telah menjadi panduan yang sangat berharga bagi kami berdua, terutama dalam hal meredakan konflik yang tak terhindarkan antara orang tua dan anak-anak,” umbarnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




