Hamas Siap Bebaskan Semua Sandera Demi Akhiri Konflik Gaza
LONDON, investor.id - Seorang pemimpin politik senior Hamas kembali menegaskan pihaknya siap menyerahkan semua tahanan segera jika langkah tersebut akan mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Basem Naim mengaku percaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa melakukannya jika ia memberikan cukup tekanan kepada Israel untuk segera mengakhiri perang ini.
Ia menambahkan, Trump memiliki kemampuan dan kemauan untuk mencapai situasi damai ini. “Kami siap bekerja sama dengannya untuk mencapai tujuan kawasan yang lebih damai,” kata Naim seperti dikutip Sky News, Jumat (16/5/2025). Naim menekankan, Gaza dan rakyat Gaza seperti semua orang di seluruh dunia berhak hidup dalam damai dan martabat.
“Kami telah mengatakan kepada semua mediator dan Amerika, kami siap menyerahkan semua tahanan segera, jika kami dapat yakin bahwa ini akan mengakhiri perang ini,” bebernya sebagai tanggapan atas pertanyaan apakah mereka bersedia menyerahkan sandera.
Ia mencatat, Hamas telah menyampaikan melalui para mediator dan secara langsung melalui beberapa orang di pemerintahan AS. Dikatakan, Hamas menyerukan penarikan total pasukan Israel, memperbolehkan bantuan masuk ke Gaza, dan membangun kembali wilayah tersebut tanpa imigrasi paksa.
Kelompok tersebut juga telah menerima usulan perdamaian dari Mesir, tentang pembentukan badan Palestina yang independen, dan tidak berafiliasi secara politik untuk menjalankan Jalur Gaza. Namun ia menambahkan syaratnya. “Sebelum itu, selama kami masih menjadi rakyat yang diduduki, kami memiliki hak sepenuhnya untuk terus membela rakyat kami dan melawan pendudukan dengan segala cara, termasuk melalui perlawanan," lanjut Naim.
Menanggapi wawancara tersebut, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih James Hewitt mengatakan Hamas belum menunjukkan bahwa mereka serius terhadap perdamaian. Hewitt mengungkapkan, Trump telah mengatakan Hamas harus meletakkan senjata mereka.
Tentara Israel telah melakukan serangan brutal terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 53.000 warga Palestina sejauh ini, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Mahkamah Pidana Internasional (ICJ) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 terhadap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilancarkannya di wilayah kantong tersebut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

