Negosiasi Rusia dengan Ukraina Tak Sampai 2 Jam Tanpa Gencatan Senjata
ANKARA, investor.id – Perundingan damai langsung Rusia dengan Ukraina pertama sejak minggu-minggu awal invasi Rusia pada 2022 berakhir setelah kurang dari dua jam pada Jumat (16/5/2025). Sementara kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan dalam jumlah besar, mereka jelas masih jauh berbeda dalam hal persyaratan utama untuk mengakhiri pertempuran.
Salah satu syarat bagi Ukraina yang didukung oleh sekutu Barat adalah gencatan senjata sementara sebagai langkah pertama menuju penyelesaian damai. Kremlin telah menolak gencatan senjata semacam itu, yang masih sulit dicapai.
“Kami belum menerima jawaban ‘ya’ dari Rusia pada poin dasar ini. Jika Anda ingin melakukan negosiasi yang serius, Anda harus membungkam senjata,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Heorhii Tykhii setelah perundingan seperti dikutip Associated Press, Sabtu (17/5/2025).
Kepala delegasi Rusia Vladimir Medinsky menyatakan dirinya puas dengan hasilnya. Ia menambahkan, pemerintah Rusia siap untuk melanjutkan kontak.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ia membahas pembicaraan tersebut dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para pemimpin Prancis, Jerman, Inggris, dan Polandia.
Dalam sebuah unggahan di paltform X dari pertemuan kepemimpinan Eropa di Albania, ia mendesak sanksi keras terhadap Rusia jika menolak gencatan senjata penuh dan tanpa syarat serta diakhirinya pembunuhan.
Di Istanbul pemerintah Ukraina dan Rusia sepakat untuk menukar 1.000 tawanan perang masing-masing menurut kepala kedua delegasi, dalam apa yang akan menjadi pertukaran terbesar mereka. Kedua pihak juga membahas gencatan senjata dan pertemuan antara kepala negara mereka, menurut kepala delegasi Ukraina yaitu Menteri Pertahanan Rustem Umerov.
Medinsky selaku ajudan Presiden Vladimir Putin mengatakan kedua pihak sepakat untuk saling memberikan usulan gencatan senjata yang terperinci, dengan Ukraina meminta pertemuan para kepala negara yang dipertimbangkan oleh Rusia.
“Tekanan terhadap Federasi Rusia harus terus berlanjut. Kita seharusnya tidak benar-benar bersantai pada titik ini," ungkap Serhii Kyslytsia, wakil menteri luar negeri pertama Ukraina dan bagian dari delegasi Ukraina.
Selama pembicaraan, seorang pejabat senior Ukraina mengatakan Rusia mengajukan tuntutan baru yang tidak dapat diterima untuk menarik pasukan Ukraina dari wilayah yang sangat luas. Pejabat tersebut, yang tidak berwenang untuk membuat pernyataan resmi, berbicara kepada Associated Press dengan syarat anonim. Usulan tersebut belum pernah dibahas sebelumnya, kata pejabat tersebut.
Pihak Ukraina menegaskan kembali, mereka fokus untuk mencapai kemajuan nyata yaitu gencatan senjata segera dan jalur menuju diplomasi substantif seperti yang diusulkan AS, mitra Eropa, dan negara-negara lain, tambah pejabat tersebut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






