AS Luncurkan Minuteman III Berkemampuan Nuklir
JAKARTA, investor.id – Di tengah rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk sistem pertahanan rudal nasional, Angkatan Udara AS meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir Minuteman III, dalam uji coba rudal kiamat pada Rabu (22/5/2025). Rudal itu tidak bersenjata saat diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.
Menurut Angkatan Udara AS, rudal itu terbang sekitar 4.200 mil, dengan kecepatan lebih dari 15.000 mil per jam, ke lokasi uji coba Pertahanan Balistik Ronald Reagan milik Komando Pertahanan Luar Angkasa dan Rudal Angkatan Darat AS di Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.
Sebuah video menunjukkan peluncuran uji coba rudal Minuteman III.
"Uji peluncuran ICBM ini menggarisbawahi kekuatan pencegah nuklir negara dan kesiapan ICBM dari tiga serangkai. Pengamanan yang kuat ini dijaga oleh Penerbang yang berdedikasi - penerbang rudal, pembela, operator helikopter, dan tim yang mendukung mereka - yang memastikan keamanan negara dan sekutunya," jelas Jenderal Thomas Bussiere selaku komandan Komando Serangan Global AS dalam pernyataan resminya seperti dikutip AFP, Kamis (22/5/2025).
Militer AS juga mengklarifikasi uji peluncuran rudal tersebut merupakan hal rutin dan bukan respons terhadap peristiwa dunia terkini.
Rudal berkemampuan nuklir Minuteman III dilengkapi dengan satu Mark-21 high-fidelity re-entry vehicle yang biasanya akan berisi muatan nuklir jika diluncurkan secara operasional. Rudal ini telah diuji-luncurkan berkali-kali di masa lalu, bahkan beberapa saat sebelum Trump mengumumkan kemenangan Presidennya pada November 2024.
Minuteman adalah program era 1970 yang direncanakan Angkatan Udara untuk diganti dengan sistem Sentinel. "Sampai kemampuan penuh tercapai, Angkatan Udara berkomitmen untuk memastikan Minuteman III tetap menjadi pencegah yang layak," katanya.
Rencana 'Kubah Emas' Donald Trump
Trump pada Selasa (20/5/2025) mengumumkan pendanaan awal sebesar $25 miliar untuk 'Kubah Emas' - sistem pertahanan rudal nasional - dengan mengatakan biaya akhirnya akan menjadi sekitar $175 miliar. Ia menginginkan sistem yang dapat bertahan terhadap berbagai macam senjata musuh, mulai dari rudal balistik antarbenua hingga rudal hipersonik dan jelajah serta pesawat nirawak.
Donald Trump menginginkan sistem tersebut siap dalam waktu sekitar tiga tahun, atau saat ia mendekati akhir masa jabatan keduanya.
Namun, rencananya menghadapi tantangan teknis dan politik yang signifikan. "Tantangan utamanya adalah biaya, basis industri pertahanan, dan kemauan politik. Semuanya dapat diatasi, tetapi akan membutuhkan fokus dan prioritas," kata seorang pakar seperti dikutip oleh kantor berita AFP.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






