Jepang Tawarkan Beras Murah
TOKYO, investor.id – Menteri Pertanian Jepang Shinjiro Koizumi berjanji menawarkan harga beras yang jauh lebih murah dibandingkan harga saat ini. Strategi pemerintah ini bertujuan membendung arus konsumen yang bergeser ke merek-merek asing yang lebih murah.
Harga beras dilaporkan melonjak, sebagian disebabkan oleh kerusakan tanaman akibat cuaca panas ekstrem dan tambahan permintaan dari booming pariwisata. Kondisi ini telah menjadi perhatian utama konsumen Jepang, juga pemerintah.
Pemerintah telah melepas sebagian dari stok berasnya sejak Maret, namun hal ini belum berdampak pada penurunan harga beras di pasar-pasar swalayan.
“Lonjakan harga yang tidak normal yang kita lihat sekarang ini dapat mempercepat pergeseran dari beras yang diproduksi di dalam negeri di Jepang. Kita sudah melihat supermarket membeli langsung dari Amerika Serikat (AS) meskipun harus membayar tarif. Kita harus menghentikan situasi yang tidak normal ini dan kecepatan adalah yang terpenting,” ujar Koizumi dalam konferensi pers, yang dilansir Reuters pada Jumat (23/05/2025).
Jepang sendiri sudah sejak lama enggan untuk mendorong impor beras. Negeri Sakura ini lebih mengupayakan swasembada untuk makanan pokoknya dan memasang tarif tinggi guna melindungi para petani lokal dari persaingan.
Koizumi, putra dari mantan perdana menteri Junichiro Koizumi, menduduki jabatan barunya dua hari yang lalu. Sementara pendahulunya, Taku Eto, terpaksa mengundurkan diri setelah membuat para pemilih marah dengan mengatakan tidak pernah membeli beras karena mendapat hadiah dari para pendukungnya.
Koizumi huga menargetkan agar beras yang ditimbun dapat dijual di toko-toko dengan harga di bawah 3.000 yen (US$ 21) per 5 kg pada awal Juni. Harga ini lebih murah dibandingkan rerata harga 4.268 yen dalam tujuh hari hingga 11 Mei, atau dua kali lipat dari periode yang sama setahun sebelumnya.
Data indeks harga konsumen (IHK) nasional pada Jumat, menunjukkan lonjakan harga beras mempercepat inflasi makanan secara keseluruhan dari 6,2% pada Maret menjadi 7,0% untuk April.
Dalam kesempatan Koizumi bertemu dengan bertemu CEO Rakuten Group Hiroshi Mikitani, raksasa ritel online ini menyatakan siap mendukung usaha-usaha pemerintah.
Setelah menjabat, Koizumi segera menghentikan metode lelang mengeluarkan beras untuk keperluan darurat dan mengatakan, pemerintah akan menjualnya melalui kontrak diskresioner.
Pemerintah pertama kali mengeluarkan beras dari stok darurat pada bulan Maret melalui dua kali lelang sebanyak 210.000 metrik ton, tetapi pada akhir April, hanya sekitar 7% yang sampai ke tangan para pengecer karena skema pemrosesan dan distribusi yang rumit dan memakan waktu.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Koizumi menyampaikan bahwa kementerian berencana untuk menguraikan kerangka kerja dasar tentang bagaimana proses baru ini akan bekerja minggu depan.
Namun, masih ada pertanyaan mengenai bagaimana pemerintah bakal memilih siapa yang akan dijual dan berapa harganya. Pemerintah berencana untuk melepas 100.000 ton setiap bulannya sampai Juli mendatang.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima
Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.Tag Terpopuler
Terpopuler






