Jumat, 15 Mei 2026

Donald Trump Sebut RUU Sanksi Rusia Terlalu Kuat karena Ia yang Tentukan

Penulis : Grace El Dora
7 Jun 2025 | 22:48 WIB
BAGIKAN
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para wartawan sebelum naik pesawat kepresidenan Air Force One di Bandara Kota Morristown di Morristown, New Jersey, pada Minggu (25/05/2025). Trump antara lain menjelaskan kebijakan tarif impornya. (Investor Daily/AP Photo/Manuel Balce Ceneta)
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para wartawan sebelum naik pesawat kepresidenan Air Force One di Bandara Kota Morristown di Morristown, New Jersey, pada Minggu (25/05/2025). Trump antara lain menjelaskan kebijakan tarif impornya. (Investor Daily/AP Photo/Manuel Balce Ceneta)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan rancangan undang undang (RUU) di Senat tentang sanksi baru terhadap Rusia sangat kuat. Trump menekankan, ia akan memutuskan penerapan pembatasan baru terhadap Rusia secara pribadi.

"Mereka memiliki RUU tersebut, tapi itu akan terserah saya. Itu pilihan saya. Mereka membuatnya seperti itu... itu adalah RUU yang sangat kuat," kata Trump kepada wartawan di ruang pers Gedung Putih seperti diberitakan RIA Novosti, Sabtu (7/6/2025). Trump mengatakan dia tidak meminta Senat melonggarkan pembatasan yang ditetapkan oleh inisiatif legislatif tersebut.

Sebelumnya pada Jumat (6/6/2025), Wall Street Journal mengutip sejumlah sumber, mengatakan pemerintahan Trump meminta Senator Republik Lindsey Graham untuk melemahkan isi dari RUU baru tentang sanksi terhadap Rusia itu. Laporan tersebut menyebutkan, Gedung Putih khawatir pengetatan sanksi akan merugikan upaya Trump membangun dialog dengan Rusia dan mengakhiri konflik Ukraina.

ADVERTISEMENT

RUU yang telah didukung oleh lebih dari 80 senator mengusulkan penerapan pembatasan terhadap sejumlah pejabat penting Rusia dan sektor ekonomi, serta sanksi terhadap negara-negara yang bekerja sama dengan Rusia.

Sebelumnya Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Presiden Trump mungkin memiliki sudut pandangnya sendiri tentang situasi di Ukraina, tetapi bagi Rusia ini adalah soal kepentingan nasional dan masa depan negara.

"Presiden AS mungkin memiliki sudut pandangnya sendiri tentang apa yang terjadi. Bagi kami, ini adalah soal eksistensi, soal kepentingan nasional kami, keamanan, dan masa depan anak-anak kami. Ini adalah tentang masa depan negara kami,” jelas Peskov seperti dikutip Sputnik.

Pernyataan itu disampaikan Peskov ketika mengomentari Trump yang mengibaratkan konflik Rusia-Ukraina seperti perkelahian antara dua bocah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia