Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Jatuh Dampak Israel Menyerang Iran

Penulis : Grace El Dora
13 Jun 2025 | 08:59 WIB
BAGIKAN
Pejalan kaki terlihat di papan kutipan saham listrik di luar sebuah broker di Tokyo, Jepang pada 18 April 2023. (File foto: Reuters/Issei Kato)
Pejalan kaki terlihat di papan kutipan saham listrik di luar sebuah broker di Tokyo, Jepang pada 18 April 2023. (File foto: Reuters/Issei Kato)

JAKARTA, investor.id – Pasar Asia Pasifik jatuh pada awal perdagangan Jumat (13/6/2025) saat Israel melakukan serangan militer terhadap Iran, yang menargetkan program nuklirnya.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 turun 1,28% sementara Topix turun 1,22%. Kospi Korea Selatan turun 0,83% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 1,82%. S&P/ ASX 200 Australia diperdagangkan datar.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong terakhir diperdagangkan pada 24.178, dibandingkan dengan penutupan terakhir HSI pada level 24.035,38.

ADVERTISEMENT

Menteri pertahanan Israel mengumumkan situasi khusus, setelah Israel menyerang Iran. Militer Israel telah memulai serangan udara terhadap Iran, kata dua pejabat Amerika Serikat (AS) kepada NBC News seperti dikutip pada Jumat. Para pejabat tersebut menambahkan, tidak ada keterlibatan AS dalam serangan tersebut.

“Setelah serangan pendahuluan Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Menteri Pertahanan Israel Katz, Jumat.

Harga minyak melonjak lebih dari 7%. Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 5,22 atau 7,67% menjadi US$ 73,26 per barel, sementara benchmark global Brent melonjak US$ 5,01 atau 7,02% ke level US$ 74,23 per barel.

“Pasar sebagian besar telah mengabaikan risiko geopolitik selama setahun terakhir, dan perkembangan ini telah menjadi peringatan bahwa risiko ini lebih nyata dan mendesak daripada yang diperkirakan banyak orang,” tutur Saul Kavonic selaku kepala penelitian energi di MST Marquee menurut laporan CNBC internasional.

“Ada kemungkinan serangan ini dapat dikalibrasi untuk menambah tekanan pada negosiasi AS-Iran dan situasi selanjutnya mereda,” bebernya.

Harga saham berjangka AS merosot pada Kamis (12/6/2025) malam waktu setempat, karena ketegangan di Timur Tengah memburuk.

Harga produsen AS pada Mei 2025 naik hanya 0,1% dari bulan sebelumnya, lebih rendah dari kenaikan 0,2% yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Pembacaan yang lebih rendah membantu meningkatkan indeks saham utama, sementara imbal hasil obligasi menurun, meningkatkan sentimen investor. Ini mengikuti laporan inflasi konsumen yang lebih rendah dari yang diharapkan di awal minggu.

Semalam di AS, ketiga tolok ukur utama ditutup lebih tinggi. S&P 500 naik, dibantu oleh reli Oracle yang mengangkat sektor teknologi besar. Benchmark itu naik 0,38% hingga ditutup pada 6.045,26. Pasar luas S&P 500 sekarang berada kurang dari 2% dari rekor tertingginya.

Nasdaq Composite naik 0,24% dan mengakhiri hari pada 19.662,48. Dow Jones Industrial Average naik 101,85 poin, atau 0,24%, menetap di 42.967,62.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia