Kamis, 14 Mei 2026

Israel dan Iran Saling Gempur, Konflik Kawasan Kian Mencekam

Penulis : Indah Handayani
14 Jun 2025 | 13:11 WIB
BAGIKAN
situasi Konflik Israel- Iran. Sumber: AP
situasi Konflik Israel- Iran. Sumber: AP

TEL AVIV/DUBAI/WASHINGTON, investor.id – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan udara dan rudal pada Sabtu (14/6/2025) dini hari waktu setempat. Serangan ini merupakan aksi balasan Iran terhadap gempuran besar-besaran Israel sehari sebelumnya yang menargetkan pangkalan militer, ilmuwan nuklir, hingga fasilitas pengayaan uranium di Iran.

Sirene serangan udara meraung di Tel Aviv dan Yerusalem, memaksa warga berlarian ke tempat perlindungan. Militer Israel mengonfirmasi sistem pertahanan udara aktif setelah puluhan rudal Iran ditembakkan ke wilayahnya, sebagian berhasil dicegat.

"Dalam satu jam terakhir, puluhan rudal telah diluncurkan ke negara Israel dari Iran, beberapa di antaranya berhasil dicegat," kata militer Israel.

Militer juga menyatakan tim penyelamat sedang bekerja di sejumlah lokasi di seluruh negeri di mana proyektil jatuh dilaporkan, namun tidak memberikan informasi soal korban.

ADVERTISEMENT

Di Iran, beberapa ledakan terdengar di ibu kota Teheran, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim. Kantor berita Fars melaporkan dua proyektil menghantam Bandara Mehrabad di Teheran, dan media Iran menyebutkan api terlihat di lokasi tersebut. Bandara itu, yang dekat dengan lokasi-lokasi penting kepemimpinan Iran, menjadi markas angkatan udara yang menampung jet tempur dan pesawat angkut.

Media Israel melaporkan bahwa sebuah rudal diduga jatuh di Tel Aviv, dan seorang saksi Reuters mendengar ledakan keras di Yerusalem. Tidak jelas apakah aktivitas tersebut disebabkan oleh serangan Iran atau sistem pertahanan Israel.

Fars menyebutkan Teheran meluncurkan beberapa gelombang serangan udara pada Sabtu setelah dua serangan awal pada Jumat malam. Salah satu gelombang itu menargetkan Tel Aviv sebelum fajar, dan suara ledakan terdengar di ibu kota dan Yerusalem, menurut saksi mata.

Serangan itu merupakan balasan atas gempuran Israel pada Jumat pagi terhadap komandan militer, ilmuwan nuklir, target militer, dan situs nuklir Iran. Iran membantah bahwa aktivitas pengayaan uraniumnya bertujuan membuat senjata rahasia.

Di pusat kota Tel Aviv, sebuah gedung bertingkat tinggi dihantam, merusak sepertiga bagian bawah bangunan di kawasan padat penduduk. Sebuah blok apartemen di Ramat Gan juga hancur.

Layanan ambulans Israel menyatakan 34 orang terluka pada Jumat malam di wilayah Tel Aviv, sebagian besar luka ringan. Polisi kemudian mengonfirmasi satu orang tewas.

Dua pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan militer AS membantu menembak jatuh rudal Iran yang mengarah ke Israel pada Jumat. Militer Israel menyebut Iran menembakkan kurang dari 100 rudal, dan sebagian besar berhasil dicegat atau jatuh sebelum mencapai sasaran. Beberapa bangunan di dalam dan sekitar Tel Aviv dilaporkan terkena dampak.

Konflik Regional

Serangan Israel terhadap Iran sepanjang hari dan serangan balasan dari Iran memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, meskipun sekutu Iran seperti Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon telah dilemahkan oleh Israel.

Kantor berita negara Iran, IRNA, menyatakan Teheran meluncurkan ratusan rudal balistik ke Israel setelah Israel menggempur situs nuklir bawah tanah besar Natanz dan membunuh komandan militer senior. Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Pejabat Israel menyatakan mungkin perlu waktu untuk mengetahui sejauh mana kerusakan di Natanz. Negara-negara Barat telah lama menuduh Iran memperkaya uranium di sana hingga ke tingkat yang cocok untuk bom, bukan penggunaan sipil.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Jumat bahwa fasilitas pengayaan percobaan di atas tanah di Natanz telah dihancurkan. Ia menambahkan bahwa PBB masih mengumpulkan informasi tentang serangan Israel terhadap dua fasilitas lain, yaitu pabrik pengayaan bahan bakar Fordow dan lokasi di Isfahan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Israel memulai perang. Seorang pejabat senior Iran menyatakan tidak ada tempat yang aman di Israel dan balas dendam akan menyakitkan.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan, 78 orang, termasuk pejabat militer senior, tewas dalam serangan Israel ke Iran, dan lebih dari 320 orang lainnya terluka, sebagian besar adalah warga sipil. Ia menuduh AS ikut terlibat dalam serangan itu dan menyatakan AS memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensinya.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan, intelijen telah mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari Iran akan memiliki cukup bahan fisil untuk membuat beberapa bom. Ia menyebut operasi Israel sebagai ‘tindakan penyelamatan nasional’.

Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil. Namun, pekan ini IAEA menyimpulkan bahwa Iran telah melanggar kewajibannya di bawah perjanjian non-proliferasi global.

Presiden AS Donald Trump mengatakan masih belum terlambat bagi Teheran untuk menghentikan kampanye pengeboman Israel dengan membuat kesepakatan terkait program nuklirnya.

Teheran sebelumnya terlibat dalam pembicaraan dengan pemerintahan Trump untuk menyusun kesepakatan nuklir baru, menggantikan perjanjian sebelumnya yang ditinggalkan Trump pada 2018. Namun, Iran menolak tawaran terakhir dari AS.

Pembicaraan itu dijadwalkan akan dilanjutkan di Oman pada Minggu (15/6/2025), tetapi Iran memberi sinyal mungkin tidak akan hadir.

“Pihak lain (AS) bertindak dengan cara yang membuat dialog menjadi tidak berarti. Anda tidak bisa mengaku ingin bernegosiasi sambil membiarkan rezim Zionis (Israel) menyerang wilayah Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia