Perang Israel vs Iran Bisa Berlarut-larut
TEHERAN, investor.id – Iran memperingatkan Israel bahwa Angkatan Bersenjata Iran bakal merespons lebih keras, jika Israel melanjutkan serangan.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dalam pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Sabtu waktu setempat (14/6/2025) mengutuk agresi Israel yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian bahkan bersumpah akan memberikan tanggapan militer yang lebih kuat, jika serangan Israel terus berlanjut. Demikian dilaporkan Antara yang mengutip IRNA-OANA, Minggu (15/6/2025).
Presiden Iran juga mengkritik standar ganda negara-negara Barat tentang hak asasi manusia (HAM). Sebaliknya, dia mengapresiasi seruan dan posisi Pemerintah Pakistan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tadi malam, yang menyatakan bahwa rezim Zionis dengan dukungan AS dan negara-negara Barat melanggar semua hukum internasional.
Lebih lanjut, Masoud Pezeshkian menegaskan, negara-negara tertentu yang mengklaim membela HAM tak hanya mendukung agresi Israel, tapi juga mendorong untuk melakukan tindakan tidak manusiawi dengan menyediakan senjata dan peralatan.
"Perang bahkan memiliki aturan sendiri, tetapi rezim Zionis yang didukung oleh negara-negara Barat telah mengabaikan aturan-aturan tersebut," ucap Masoud.
Dia juga mengklaim bahwa Republik Islam Iran mampu menjatuhkan beberapa peralatan rezim Zionis yang diklaim siluman dan kebal. “Jika Zionis bermaksud mengulangi agresi, mereka akan menghadapi respons yang lebih keras dan lebih kuat dari angkatan bersenjata Iran," tuturnya.
Presiden Iran kembali menegaskan bahwa serangan itu dengan jelas menunjukkan mengapa Iran harus memperkuat kemampuan pertahanan negaranya.
“Republik Islam Iran selalu berusaha untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia, tetapi insiden-insiden seperti itu membuktikan bahwa tanpa kemampuan pertahanan yang kuat, kami dapat menjadi sasaran serangan rezim kriminal dan pembunuh," ujarnya.
Dia pun mendeskripsikan koordinasi antara rezim Israel dan AS dalam menyerang wilayah Iran selama negosiasi yang sedang berlangsung sebagai bukti ketidakjujuran dan ketidakpercayaan AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif menyatakan bahwa pemerintah dan rakyat Pakistan berdiri di samping Republik Islam Iran.
Dia menilai agresi Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran terhadap semua hukum internasional, mengutuk serangan itu, dan menyampaikan belasungkawa atas tewasnya beberapa warga negara, pejabat, dan ilmuwan Iran.
Sharif menyampaikan harapan untuk terciptanya perdamaian dan ketenangan, seraya menambahkan bahwa sayangnya, Israel, dengan impunitas, melakukan semua tindakan tersebut dengan melanggar piagam dan peraturan internasional.
Perdana menteri Pakistan itu juga mengatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Iran dalam memfasilitasi kepulangan para peziarah dari haji, serta meminta Presiden Iran untuk menyampaikan salam hangatnya kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






