Israel dan Iran Saling Serang Hari Ketiga, Ratusan Tewas
Foto-foto dari kantor berita ISNA Iran menunjukkan warga yang berdarah-darah diselamatkan dari lokasi serangan di pusat kota Teheran.
Israel menargetkan Kementerian Pertahanan Iran pada Minggu pagi (15/6/2025), setelah sebelumnya menghantam sistem pertahanan udara, pangkalan militer, dan fasilitas nuklir. Pada malam harinya, Israel mengklaim telah menyerang puluhan lokasi peluncuran rudal permukaan-ke-permukaan di Iran barat.
Israel juga menyatakan telah menyerang pesawat pengisian bahan bakar Iran di Mashhad, menyebutnya sebagai serangan paling jauh yang pernah dilakukan. Iran belum menanggapi klaim ini, namun video yang diverifikasi Associated Press menunjukkan asap mengepul dari kota tersebut.
Iran menyebut kilang minyak di dekat Teheran dan di wilayah pesisir Teluk Persia juga menjadi target. Laporan media Iran menyebut serangan drone Israel menyebabkan ledakan besar di fasilitas pengolahan gas di ladang gas South Pars.
Human Rights Activists melaporkan, dari total korban sejauh ini, 197 adalah warga sipil dan 90 adalah anggota militer. Sebanyak 119 korban lainnya belum teridentifikasi. Sebagai bentuk antisipasi, televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa stasiun metro dan masjid akan dibuka sebagai tempat perlindungan mulai Minggu malam.
Di Israel, enam orang tewas, termasuk anak berusia 9 dan 10 tahun, setelah sebuah rudal menghantam gedung apartemen di Bat Yam, dekat Tel Aviv. Komandan polisi Daniel Hadad menyebut 180 orang terluka dan tujuh lainnya hilang.
Empat orang lainnya, termasuk seorang anak berusia 13 tahun, tewas di kota Arab Tamra, utara Israel. Sebanyak 24 orang terluka. Di kota Rehovot, sebuah serangan melukai 42 orang. Institut Sains Weizmann di Rehovot mengalami beberapa kerusakan bangunan, meski tidak ada korban jiwa. Sebuah kilang minyak di kota Haifa juga rusak.
PM Israel Benjamin Netanyahu menepis seruan internasional untuk menurunkan ketegangan. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran ‘sangat mungkin terjadi’ sebagai hasil konflik. Ia juga mengklaim Israel telah membunuh kepala intelijen Garda Revolusi Iran.
Netanyahu menuduh Iran berencana memasok senjata nuklir ke pemberontak Houthi di Yaman, meski tidak memberikan bukti.
Iran selama ini menyatakan program nuklirnya bersifat damai. Namun, negara itu telah memperkaya uranium ke tingkat mendekati senjata dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan mampu membuat beberapa senjata nuklir dalam hitungan bulan jika menginginkannya.
Foto satelit yang dianalisis AP menunjukkan kerusakan besar di fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz. Beberapa bangunan hancur, termasuk yang memasok listrik ke fasilitas tersebut. Kepala IAEA Rafael Grossi menyebut bagian atas fasilitas Natanz hancur total, dan bagian bawah tanah berisiko terdampak karena kehilangan daya.
Israel juga menyerang fasilitas riset nuklir di Isfahan, termasuk pusat konversi uranium. IAEA menyebut empat bangunan penting rusak, namun tidak ada peningkatan radiasi terdeteksi. Seorang pejabat militer Israel mengatakan dibutuhkan waktu berbulan-bulan atau lebih untuk memulihkan dua situs tersebut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






