Jumat, 15 Mei 2026

Apa yang Diharapkan dari Pertemuan The Fed Bulan Ini?

Penulis : Grace El Dora
18 Jun 2025 | 10:45 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menjadi tempat kedudukan Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve terlihat di Washington, Jumat (25/4/2014). (Foto: AP/ J. Scott Applewhite)
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menjadi tempat kedudukan Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve terlihat di Washington, Jumat (25/4/2014). (Foto: AP/ J. Scott Applewhite)

JAKARTA, investor.id – Pejabat The Federal Reserve (The Fed) akan menyuarakan pandangan mereka minggu ini tentang arah suku bunga di masa mendatang beserta dampak tarif dan kekacauan Timur Tengah terhadap ekonomi. Apa yang diharapkan pasar dari pertemuan The Fed bulan ini?

Meskipun pergerakan suku bunga segera tampak mustahil, pertemuan kebijakan yang berakhir pada Rabu (18/6/2025) waktu setempat akan menampilkan sinyal penting yang masih dapat menggerakkan pasar.

Di antara hal-hal terbesar yang harus diperhatikan adalah apakah anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan tetap dengan perkiraan mereka sebelumnya tentang dua pemotongan suku bunga tahun ini. Pasar juga menantikan bagaimana FOMC melihat tren inflasi, juga menunggu reaksi Gubernur The Fed Jerome Powell terhadap apa yang telah menjadi kampanye terpadu Gedung Putih untuk kebijakan moneter yang lebih longgar.

ADVERTISEMENT

"Pesan utama The Fed pada pertemuan Juni adalah bahwa mereka tetap nyaman dalam mode tunggu dan lihat," kata ekonom Bank of America (BofA) Aditya Bhave dalam catatan rabu. BofA memperkirakan The Fed tidak akan memangkas sama sekali tahun ini, tetapi akan membuka kemungkinan untuk satu kali pengurangan.

“Investor harus fokus pada pandangan Powell tentang data ketenagakerjaan yang melemah, angka inflasi yang jinak baru-baru ini, dan risiko inflasi yang terus-menerus didorong oleh tarif,” ucap Aditya Bhave.

Jaringan dot plot FOMC yang berisi ekspektasi suku bunga masing-masing anggota akan menjadi pusat perhatian bagi investor. Pada pembaruan terakhir pada Maret 2025, komite mengindikasikan pengurangan yang setara dengan dua kali seperempat poin persentase (25 basis poin/ bps), yang sejalan dengan harga pasar saat ini. Namun itu adalah keputusan yang sulit dan hanya dua peserta yang mengubah pendekatan mereka akan mengayunkan perkiraan median turun menjadi satu pemotongan suku bunga.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan latar belakang geopolitik yang rumit di mana dampak tarif Presiden AS Donald Trump terhadap inflasi sejauh ini minimal tetapi tidak jelas untuk masa depan. Pada saat yang sama, Trump dan pejabat pemerintahan lainnya telah meningkatkan desakan mereka kepada The Fed untuk menurunkan suku bunga.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 12 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia