Jumat, 15 Mei 2026

Putin Umumkan Ekonomi Rusia Tak Lagi Bergantung pada Migas

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2025 | 23:43 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF), Jumat (20/6/2025). (Foto: ANTARA/Yashinta Difa)
Tangkapan layar - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF), Jumat (20/6/2025). (Foto: ANTARA/Yashinta Difa)

JAKARTA, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan ekonomi Rusia tak lagi bergantung pada sektor minyak bumi dan gas (migas). Ketika berbicara dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) pada Jumat (20/6/2025), Putin memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Rusia sebesar 4% per tahun justru lebih disokong oleh sektor nonmigas.

“Pertumbuhan PDB nonmigas Rusia pada 2023 tercatat pada angka 7,2%. Pada 2024 (sektor ini) tumbuh 4,9%, hampir 5%. Jadi angka-angka ini lebih meyakinkan dan lebih berdasar daripada PDB secara umum,” terang Putin, yang berbicara di panggung yang sama dengan Presiden RI Prabowo Subianto, Jumat.

“Dengan kata lain, peran sektor terkait produk mentah dalam dinamika perekomian Rusia sudah tidak menjadi yang terdepan,” tambahnya. Menurut Putin, dewasa ini, sektor migas dianggap sudah tidak menguntungkan. Selama dua tahun terakhir, katanya, Rusia lebih banyak mencatat keuntungan dari sektor pertanian, perindustrian, pekerjaan umum, konstruksi, logistik, jasa, keuangan, dan teknologi informasi.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dukungan dari jutaan pengusaha di Rusia turut mendorong ekonomi negara tersebut menjadi berkembang pesat, solid, dan beraneka ragam. “Gambaran tentang ekonomi Rusia yang hanya melulu terkait dengan ekspor produk mentah, sudah tidak lagi aktual. Itu adalah sejarah, karena realita kita sudah berubah,” imbuhnya.

Ia mengklaim berdasarkan volume PDB, Rusia menempati posisi keempat tertinggi di dunia, dan posisi pertama di kawasan Eropa. “Tetapi ini saja tidak cukup. Penting untuk kita terus menjaga status sebagai salah satu ekonomi terkuat (dunia),” kata presiden Rusia itu.

“Kita perlu menciptakan iklim yang kondusif untuk dunia bisnis di dalam negeri, dengan dukungan dari negara-negara sahabat yang ikut menyumbangkan sumber daya. Tugas penting kita juga untuk memperluas industri, untuk bekerja sama agar menjamin proses peralihan ekonomi ini menjadi lebih seimbang,” lanjut Putin.

Selain itu, Putin juga memaparkan sejumlah capaian penting lainnya dalam ekonomi Rusia, di antaranya inflasi yang menurun di angka 9,6%; tingkat pengangguran muda 7,5%; serta angka kemiskinan 7,2% pada 2024.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 33 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia