China Respons Ancaman Iran Tutup Selat Hormuz
JAKARTA, investor.id – Pemerintah China merespons ancaman parlemen Iran untuk menutup Selat Hormuz, satu titik penyeberangan strategis pasokan minyak dan gas (migas) dunia.
"Teluk Persia dan perairan di sekitarnya merupakan rute penting untuk perdagangan barang dan energi internasional. Menjaga keamanan dan kestabilan kawasan ini merupakan kepentingan bersama masyarakat internasional," papar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (23/6/2025).
Sebelumnya pada Minggu (22/6/2025) parlemen Iran sepakat Selat Hormuz harus ditutup, menurut anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran. Langkah tersebut merupakan pertama kali dilakukan Iran sepanjang konflik Iran-Israel berlangsung sejak 1979.
Pasalnya, sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara besar regional harus melewati Selat Hormuz mulai dari Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Iran hingga Kuwait. "China menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan upaya guna mendorong deeskalasi konflik, dan mencegah kekacauan regional berdampak lebih besar pada pertumbuhan ekonomi global," tekan Guo Jiakun.
Upaya untuk memblokir Selat Hormuz dinilai dapat menimbulkan konsekuensi besar bagi ekonomi global mengingat sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari atau 20% dari konsumsi global didistribusikan melalui selat tersebut pada 2024 berdasarkan data Badan Informasi Energi.
Menurut data perdagangan, hingga Minggu pukul 23.48 waktu setempat, harga minyak mentah Brent diperdagangkan naik 2,45% senilai US$ 77,33 atau hampir Rp 1,3 juta per barel di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel.
"Komunikasi antara China dan Iran, terus berlangsung. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri (Menlu China) Wang Yi telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melalui telepon dan menyatakan China siap untuk meningkatkan komunikasi dengan Iran dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus memainkan peran konstruktif dalam upaya deeskalasi," ungkap Guo Jiakun.
Terkait dengan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, China kembali menyatakan hal tersebut secara serius melanggar tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan telah memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
"Dewan Keamanan tidak dapat tinggal diam. China, Rusia, dan Pakistan mengusulkan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat, perlindungan warga sipil, penghormatan terhadap hukum internasional, dan keterlibatan dalam dialog dan negosiasi," papar Guo Jiakun.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






