Jumat, 15 Mei 2026

IAEA Laporkan Program nuklir Iran Rusak Parah

Penulis : Grace El Dora
26 Jun 2025 | 23:27 WIB
BAGIKAN
Upaya baru Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konfrontasi atas ambisi nuklir Iran telah dimulai dengan kemungkinan terburuk. (Sumber: The Telegraph)
Upaya baru Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konfrontasi atas ambisi nuklir Iran telah dimulai dengan kemungkinan terburuk. (Sumber: The Telegraph)

ISTANBUL, investor.id – Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan program nuklir Iran mengalami kerusakan besar setelah serangan AS dan Israel baru-baru ini.

"Serangan yang dimulai pada 13 Juni mengakibatkan kerusakan fisik yang signifikan di tiga lokasi utama: Natanz, Isfahan, dan Fordow, tempat Iran memusatkan sebagian besar kegiatan pengayaan dan konversi uraniumnya," ucap Grossi seperti dikutip Anadolu, Kamis (26/6/2025).

Menggarisbawahi ada fasilitas nuklir lain yang tidak terkena, ia menggambarkan kerusakan yang ada "sangat signifikan". "Memang benar bahwa, dengan kapasitasnya yang berkurang, akan jauh lebih sulit bagi Iran untuk melanjutkan (program nuklir) dengan kecepatan yang mereka pertahankan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Grossi juga mengatakan sentrifus di fasilitas nuklir Fordow tidak lagi beroperasi. "Kami tidak dapat menilai sepenuhnya, dan tidak seorang pun dapat mengatakan dengan pasti seberapa parah kerusakannya. Namun, kami telah mengetahui bahwa, mengingat kekuatan senjata tersebut dan karakteristik teknis sentrifus, kami tahu bahwa sentrifus ini tidak lagi beroperasi,” papar Grossi.

“Ini adalah mesin dengan posisi yang rumit, ada rotor, ada komponen, jadi kerusakannya pasti total," imbuhnya.

Ketika ditanya tentang keputusan Iran untuk menghentikan kerja sama dengan IAEA, Grossi menyuarakan kekhawatiran besar. Ia menekankan, Iran tidak dapat menangguhkan kerja sama mereka secara sepihak. “Kehadiran IAEA di Iran bukan karena kemurahan hati. Ini adalah tanggung jawab internasional. Iran adalah penanda tangan Perjanjian Non-Proliferasi, dan karenanya, harus tunduk pada sistem inspeksi," lanjut Grossi.

Ia lebih lanjut menegaskan akan adanya konsekuensi jika Iran menolak memberikan akses bagi pemeriksa. “Ada kemungkinan dialog akan dilanjutkan, inspeksi akan dilanjutkan,” kata dia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia