Kamis, 14 Mei 2026

Haarezt Laporkan Jumlah Warga Palestina yang Tewas di Gaza

Penulis : Grace El Dora
28 Jun 2025 | 12:42 WIB
BAGIKAN
Seorang pria membawa jenazah anak yang tewas dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah sekolah di Jalur Gaza utara, saat tiba di Rumah Sakit Shifa. Kota Gaza, Jumat (27/6/2025). (Foto: AP/ Jehad Alshrafi)
Seorang pria membawa jenazah anak yang tewas dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah sekolah di Jalur Gaza utara, saat tiba di Rumah Sakit Shifa. Kota Gaza, Jumat (27/6/2025). (Foto: AP/ Jehad Alshrafi)

ISTANBUL, investor.id – Surat kabar harian Haaretz melaporkan sudah hampir 100 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza. Jumlah ini setara dengan sekitar 4% dari total populasi wilayah kantong Palestina tersebut.

Jumlah korban tewas versi Haaretz tersebut berbeda jauh dengan angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Gaza, yang mencatat 56.300 korban jiwa sejak militer Zionis melancarkan perang genosidanya pada Oktober 2023.

Menurut Haarezt, tingginya angka kematian warga Palestina tersebut bukan semata-mata akibat serangan biadab Israel. Banyak juga tewas akibat dampak tidak langsung dari perang seperti kelaparan, kedinginan, dan penyakit di tengah ambruknya sistem kesehatan di Gaza.

ADVERTISEMENT

Harian itu menyatakan meski juru bicara Israel, jurnalis dan pemengaruh menyangkal angka kematian tersebut, nyatanya semakin banyak pakar internasional yang menyatakan daftar korban tersebut, meski mengandung kengerian luar biasa, sebenarnya dapat dipercaya. Bahkan, kemungkinan besar justru mencatat jumlah yang lebih rendah daripada kondisi sebenarnya.

Salah satu pakar yang dikutip Haarezt mengenai kematian di Gaza adalah Profesor Michael Spagat, ekonom di Kampus Holloway, Universitas London, yang adalah ahli kelas dunia tentang kematian dalam konflik kekerasan. Penelitian Spagat menyurvei 2.000 rumah tangga di Palestina, yang terdiri hampir 10.000 jiwa.

"Penelitian itu menyimpulkan pada Januari 2025 sekitar 75.200 orang meninggal dengan kekerasan di Gaza selama perang. Sebagian besar disebabkan oleh amunisi Israel," ucap Haarezt.

Dari data yang survei, sebanyak 56% dari mereka yang tewas itu adalah anak-anak hingga usia 18 tahun dan wanita. "Itu angka yang luar biasa jika dibandingkan dengan hampir setiap konflik lain sejak Perang Dunia II," ungkap Haaretz.

Spagat menambahkan, data survei tersebut membuat perang Gaza sebagai salah satu konflik paling berdarah di abad ke -21.

"Meskipun jumlah keseluruhan korban perang di Suriah, Ukraina, dan Sudan masing-masing lebih tinggi, tampaknya Gaza tetap menempati urutan pertama dalam hal rasio tewasnya kombatan dengan nonkombatan, serta dalam hal tingkat kematian relatif terhadap jumlah penduduk," jelasnya.

Data juga menunjukkan proporsi perempuan dan anak -anak yang terbunuh melalui kematian kekerasan di Gaza lebih dari dua kali lipat proporsi dalam hampir setiap konflik lain, termasuk Kosovo (20%), Ethiopia utara (9%), Suriah (20%), dan Sudan (23%).

"Saya pikir mungkin pada sekitar 4% dari populasi yang terbunuh. Saya tidak yakin ada kasus lain di abad ke -21 yang mencapai angka setinggi itu," terangnya, seperti dikutip Anadolu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia