Jumat, 15 Mei 2026

Iran Tuduh Dirjen Pengawas Nuklir PBB Berkhianat

Penulis : Grace El Dora
28 Jun 2025 | 17:34 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers di Istanbul, Turki, Minggu (22/6/2025). (Foto: AP/ Khalil Hamra)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers di Istanbul, Turki, Minggu (22/6/2025). (Foto: AP/ Khalil Hamra)

ISTANBUL, investor.id – Pemerintah Iran menuduh direktur jenderal (dirjen) badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Rafael Grossi “mengkhianati tugasnya”. Menurut otoritas Iran, Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) itu mendesak mengunjungi fasilitas nuklir Iran yang dibom Amerika Serikat (AS).

"IAEA dan Direktur Jenderalnya (Rafael Grossi) bertanggung jawab penuh atas keadaan yang menyedihkan ini," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dalam sebuah pernyataan lewat media sosial X seperti dikutip Sabtu (28/6/2025).

"Desakan Grossi untuk mengunjungi fasilitas (nuklir) yang dibom dengan dalih perlindungan tidak ada artinya, dan bahkan mungkin bermaksud jahat. Iran berhak untuk mengambil langkah apa pun untuk membela kepentingannya, rakyatnya, dan kedaulatannya,” tegas Araghchi.

ADVERTISEMENT

Perang 12 hari antara Israel dan Iran meletus pada 13 Juni 2025 setelah militer Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran. Serangan itu menewaskan sedikitnya 606 jiwa dan melukai 5.332 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Iran.

Sementara itu AS sebagai sekutu utama Israel mengebom tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada 22 Juni 2025 dalam eskalasi konflik. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 orang di Israel, menurut angka yang dirilis Universitas Ibrani Yerusalem.

Iran Tuduh Dirjen Pengawas Nuklir PBB Berkhianat
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menghadiri pertemuan Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, Senin (23/6/2025). (Foto: AP/ Michael Gruber)

Konflik tersebut terhenti di bawah gencatan senjata yang ditengahi AS, yang mulai berlaku pada 24 Juni 2025.

Menanggapi serangan Israel maupun AS, parlemen Iran pada Rabu (25/6/2025) meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA hingga keselamatan dan keamanan kegiatan nuklir Iran dapat dijamin.

"Ini adalah akibat langsung dari peran Grossi yang disesalkan dalam mengaburkan fakta badan tersebut, satu dekade lalu, telah menutup semua masalah masa lalu," beber Araghchi seperti dikutip Anadolu.

“Melalui tindakan jahat ini, ia secara langsung memfasilitasi penerapan resolusi bermotif politik terhadap Iran oleh Dewan Gubernur IAEA serta pemboman ilegal Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran... dalam pengkhianatan yang mencengangkan terhadap tugasnya,” ujarnya.

Pada 12 Juni 2025, Dewan Gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara mengadopsi resolusi yang menyatakan Iran melanggar kewajiban nonproliferasi untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia