Jumat, 15 Mei 2026

Kontraksi Manufaktur China Tanda Deflasi Ekonomi 

Penulis : Grace El Dora
30 Jun 2025 | 09:29 WIB
BAGIKAN
Seorang pria mengendarai skuter melewati area tengah distrik baru Qianhai yang telah selesai dibangun di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China pada 25 Agustus 2023. (Foto: REUTERS/David Kirton/File Foto)
Seorang pria mengendarai skuter melewati area tengah distrik baru Qianhai yang telah selesai dibangun di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China pada 25 Agustus 2023. (Foto: REUTERS/David Kirton/File Foto)

Pernyataan tersebut dipandang sebagai tanda yang menggembirakan soal pembicaraan perdagangan bilateral yang sedang berlangsung. Namun para ekonom memperingatkan kurangnya perincian telah meninggalkan banyak keraguan, termasuk kriteria apa yang akan digunakan pemerintah China untuk mengevaluasi aplikasi untuk mengekspor magnet tanah jarang.

"Hal itu menggarisbawahi betapa sulit dan terperincinya pembicaraan perdagangan itu," kata Wendy Cutler selaku wakil presiden di Asia Society Policy Institute, seperti dikutip CNBC internasional, Senin. Perkembangan terbaru, kata Cutler, mengisyaratkan kedua belah pihak bekerja untuk memastikan kesepakatan awal yang disepakati di Jenewa dilaksanakan dengan itikad baik.

Dalam pernyataan terpisah selama akhir pekan, Kementerian Perdagangan menegaskan kembali penentangannya terhadap negara-negara lain yang mencari keringanan tarif dengan AS dalam kesepakatan apa pun yang akan mengorbankan kepentingan China. "Jika situasi seperti itu terjadi, China tidak akan menerimanya dan akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah," ungkap pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

Sebuah survei swasta tentang aktivitas manufaktur China yang dilakukan oleh Caixin Media dan S&P Global akan dirilis besok, Selasa (1/7/2025), yang diperkirakan akan sedikit membaik menjadi 49 pada Juni 2025 dari 48,3 pada bulan sebelumnya, menurut jajak pendapat Reuters.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia