Kamis, 14 Mei 2026

AS Tekan Menteri Israel untuk Akhiri Perang di Jalur Gaza

Penulis : Grace El Dora
30 Jun 2025 | 22:58 WIB
BAGIKAN
Sebuah tank milik Pasukan Pertahanan Israel ditarik di dekat perbatasan Israel-Gaza, Israel selatan, Kamis, 26 Juni 2025. (Foto: AP/ Maya Alleruzzo)
Sebuah tank milik Pasukan Pertahanan Israel ditarik di dekat perbatasan Israel-Gaza, Israel selatan, Kamis, 26 Juni 2025. (Foto: AP/ Maya Alleruzzo)

YERUSALEM, investor.id – Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer dikabarkan menghadapi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) selama kunjungannya di Washington, Senin (30/6/2025). AS menekan Israel agar segera mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan di Jalur Gaza.

The Times of Israel mengutip sejumlah sumber yang mengatakan perbedaan besar dalam perundingan gencatan senjata adalah tuntutan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, untuk mengakhiri perang secara permanen.

Baca juga: 

Di sisi lain, Israel hanya ingin menghentikan pertempuran untuk sementara dengan opsi melanjutkan serangan di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

Hamas juga menuntut agar sistem distribusi bantuan kemanusiaan kembali menggunakan mekanisme lama atau dibentuk sistem baru sebagai pengganti Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yaitu mekanisme yang saat ini dikelola oleh swasta dengan dukungan Israel dan AS. Menurut harian itu, Israel menilai GHF penting untuk mencegah penyalahgunaan bantuan oleh Hamas.

Namun, sistem tersebut memaksa warga Gaza berjalan jauh untuk mendapatkan makanan dan melintasi garis militer Israel, sehingga sering menjadi sasaran tembak yang mematikan.

Surat kabar Israel lainnya, Haaretz, mengutip para pejabat AS yang mengatakan tim Presiden AS Donald Trump akan mendesak Dermer agar menyepakati penghentian serangan di Gaza dan mengupayakan pemulangan tawanan Israel yang masih disandera Hamas.

Menurut laporan tersebut, para pejabat AS itu akan menyampaikan kepada Dermer bahwa misi "menumpas Hamas" harus ditunda dan bukan menjadi prioritas saat ini. Sementara itu, harian Yedioth Ahronoth melaporkan pernyataan terbaru dari pemimpin Israel Benjamin Netanyahu bahwa penyelamatan sandera kini menjadi prioritas utama.

Saluran TV Channel 12 melaporkan militer Israel telah meminta pemerintah memutuskan langkah selanjutnya dalam perang, apakah melanjutkan operasi penuh di Gaza atau menyepakati pertukaran tawanan. Tentara Israel, kata laporan itu, lebih memilih opsi kedua.

Kunjungan Dermer disebut-sebut menjadi bagian dari persiapan kunjungan Netanyahu ke Washington dalam dua pekan ke depan. AS dikabarkan ingin kesepakatan dicapai sebelum kunjungan itu.

Channel 13 menambahkan, militer Israel telah memberi tahu pemerintah bahwa hampir tidak ada lagi target penting di Gaza yang bisa diserang tanpa membahayakan nyawa para sandera setelah hampir 19 bulan melancarkan operasi darat.

Trump, yang mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada 23 Juni 2025 setelah 12 hari perang, membagikan pesan singkat: "Buat kesepakatan di Gaza, pulangkan para sandera," tulisnya, yang ditafsirkan sebagai pesan langsung kepada Netanyahu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia