Pentagon Klaim Program Nuklir Iran Mundur Dua Tahun, Kena Serangan AS
WASHINGTON, investor.id – Program nuklir Iran telah mengalami penurunan selama satu hingga dua tahun akibat serangan udara terbaru AS, kata Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell. “Kami telah menurunkan kemampuan program mereka selama satu hingga dua tahun. Setidaknya, penilaian intelijen di dalam departemen menilai seperti itu,” ujar Parnell seperti dikutip ANadolu, Kamis (3/7/2024.
“Kami memperkirakan lebih mendekati dua tahun, seperti memperlambat selama dua tahun,” imbuhnya.
Penilaian AS terkait kerusakan pada tiga fasilitas nuklir utama Iran tetap tidak berubah, sabarnya. Ia menambahkan, lokasi-lokasi tersebut telah sepenuhnya dimusnahkan. “Kami yakin kemampuan nuklir Iran telah mengalami penurunan yang serius, bahkan mungkin ambisi mereka untuk membuat bom,” jelas Parnell.
Ia juga menyebut, penilaian lebih lanjut masih berlangsung.
Pemerintah AS menjatuhkan enam bom penghancur bunker di fasilitas nuklir Fordow pada 22 Juni 2025. Pihaknya juga meluncurkan puluhan rudal jelajah berbasis kapal selam ke dua lokasi lainnya di Natanz dan Isfahan sebagai bagian dari kampanye melawan program nuklir Iran.
Putaran keenam perundingan antara AS dan Iran dijadwalkan pada 15 Juni 2025, namun Israel melancarkan serangan udara di situs militer, nuklir, dan sipil Iran pada 13 Juni 2025.
Konflik 12 hari antara Israel dan Iran berakhir dengan gencatan senjata yang disponsori AS yang mulai berlaku pada 24 Juni 2025. “Departemen Pertahanan akan mendukung misi diplomatik untuk melanjutkan perdamaian itu dengan memastikan kami mempertahankan kapabilitas di seluruh Timur Tengah,” tukas Parnell.
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memiliki berbagai opsi militer yang tersedia untuk melindungi warga negara, tentara, dan pasukan AS di kawasan, sambung dia. “Kami saat ini tidak memiliki pembaruan mengenai postur kekuatan di wilayah tanggung jawab CENTCOM,” imbunya.
Ketika ditanya apakah AS berencana untuk terus mengurangi kehadiran pasukannya di Suriah, Parnell menjawab AS masih memiliki sekitar 1.500 tentara di Suriah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






