Trump Umumkan Tarif Baru 14 Negara Mulai 1 Agustus, termasuk Indonesia
Trump juga menambahkan, barang-barang yang dikirim melalui negara ketiga (transshipping) untuk menghindari tarif akan dikenakan tarif yang sama tingginya. Ini menjadi upaya AS untuk menutup celah dalam perdagangan global.
Trump menyebut defisit perdagangan AS sebagai alasan utama pemberlakuan tarif ini. Namun, para ekonom menyebut bahwa defisit tidak selalu berarti merugikan, dan strategi tarif seperti ini bisa memicu perang dagang baru.
Meski negara seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki defisit perdagangan besar dengan AS (masing-masing US$ 68,5 miliar dan US$ 66 miliar pada 2024), negara lain seperti Myanmar hanya memiliki defisit sekitar US$ 579 juta.
Sebelumnya, kebijakan tarif Trump sempat dibatalkan oleh pengadilan federal pada Mei lalu. Namun, pemerintahan Trump langsung mengajukan banding, dan pengadilan tinggi mengizinkan tarif tetap berlaku sambil menunggu keputusan akhir.
Sementara itu, pemerintah AS hanya mengumumkan tiga kerangka kesepakatan sejauh ini, yaitu dengan Inggris, Vietnam, dan kesepakatan awal dengan China.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






