Pakar PBB Ini Disanksi AS Karena Kritik Israel
JENEWA, investor.id – Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Francesca Albanese mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi terhadapnya. Ia mengatakan, dirinya menjadi sasaran karena menentang tindakan genosida Israel di Gaza.
Kepada kantor berita Al Jazeera pada Kamis (10/07/2025), Albanese tidak akan tinggal diam atas tindakan AS terhadapnya. Wanita yang menjabat sebagai pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki itu, menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak bakal menghentikan upayanya untuk menghormati keadilan dan hukum internasional.
Sebaliknya, Albanese menambahkan bahwa taktik AS itu mengingatkannya kepada “teknik intimidasi mafia,” dan sanksi itu hanya akan berhasil jika orang takut dan berhenti terlibat.
“Saya ingin mengingatkan semua orang (bahwa) alasan mengapa sanksi-sanksi ini diberlakukan adalah untuk mengejar keadilan. Tentu saja saya telah bersikap kritis terhadap Israel. Mereka telah melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan serta kejahatan perang,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, yang mengumumkan sanksi atas Albanese pada Rabu (09/07/2025), menuding Albanese telah melancarkan kampanye perang politik dan ekonomi melawan AS dan Israel.
Albanese pun membalas pada Kamis, bahwa kekejaman yang terjadi di Gaza tidak hanya disebabkan oleh ambisi teritorial Israel yang tak kunjung padam dan dukungan para pendukungnya, namun juga perusahaan-perusahaan yang mengambil untung darinya.
Pekan lalu, ia merilis laporan yang menunjukkan perusahaan-perusahaan membantu Israel dalam pemindahan warga Palestina dan perang genosida di Gaza yang melanggar hukum internasional.
Lebih lanjut, kata Albanese kepada Al Jazeera, bahwa dirinya masih mengevaluasi dampak dari sanksi-sanksi AS terhadapnya. Namun, bagi Albanese, masalah sanksi dirinya tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dihadapi oleh warga Palestina di Gaza selama operasi pengeboman, operasi darat, dan blokade Israel di wilayah tersebut.
Albanese juga membidik Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), dan menyebutnya sebagai “jebakan maut”. Kelompok kemanusiaan yang didukung Israel dan AS ini mengelola tempat distribusi bantuan, di mana ratusan orang Palestina telah ditembak dan dibunuh sejak akhir Mei ketika sedang mengantre makanan.
Operasi militer Israel di Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menewaskan lebih dari 57.575 warga Palestina selama 21 bulan terakhir. Demikian mengutip catatan dari pejabat kesehatan setempat.
Preseden Berbahaya
Pakar PBB ini juga mendukung penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tindakan Israel di Gaza dan keputusannya untuk menyerukan penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang.
Sementara Rubio menggambarkan desakan Albanese untuk menuntut para pejabat Israel di ICC sebagai dasar hukum untuk sanksi tersebut.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric termasuk di antara mereka yang mengkritik sanksi AS terhadap Albanese. Dujarric menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah preseden yang berbahaya.
“Penggunaan sanksi sepihak terhadap pelapor khusus atau ahli atau pejabat PBB lainnya tidak dapat diterima,” tandasnya.
Duta Besar Dewan Hak Asasi Manusia PBB Jurg Lauber juga menyesalkan tindakan yang dialami Albanese.
“Saya menyerukan kepada semua negara anggota PBB untuk bekerja sama sepenuhnya dengan para pelapor khusus dan pemegang mandat dewan dan menahan diri dari tindakan intimidasi atau pembalasan terhadap mereka,” tutur Lauber.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

