Jumat, 15 Mei 2026

Tembaga 50%, Baja 25%, Ini Arti Tarif Trump bagi Hubungan Perdagangan Global

Penulis : Grace El Dora
12 Jul 2025 | 15:54 WIB
BAGIKAN
Pada April 2025, Presiden AS Donald Trump juga mengenakan tarif "dasar" sebesar 10% kepada sebagian besar mitra dagang. (Foto: AFP)
Pada April 2025, Presiden AS Donald Trump juga mengenakan tarif "dasar" sebesar 10% kepada sebagian besar mitra dagang. (Foto: AFP)

JAKARTA, investor.id – Mitra dagang Amerika Serikat (AS) bersiap menghadapi serangkaian kenaikan tarif minggu ini, tetapi tenggat waktu penerapannya telah tiba dan berlalu karena Presiden AS Donald Trump kembali menundanya hingga Agustus 2025. Tetapi Trump mengumumkan bea masuk baru untuk tembaga dan meningkatkan pungutan untuk Kanada dan Brasil.

Berikut ringkasan tarif yang diberlakukan Trump dalam masa jabatan keduanya sebagai presiden dalam upayanya untuk merombak hubungan perdagangan global. Dengan tarif tembaga 50% dan baja 25%, ini arti tarif Trump bagi hubungan perdagangan global.

Tarif Global

Tarif "timbal balik" AS akan melonjak dari 10% ke berbagai tingkat yang lebih tinggi untuk puluhan negara mulai 1 Agustus 2025, termasuk Uni Eropa (UE) dan Jepang. Kenaikan tarif tersebut seharusnya berlaku pada 9 Juli 2025, tetapi Trump menundanya, menandai penundaan kedua sejak pengumuman mengejutkan mereka pada April 2025.

ADVERTISEMENT

Pada April 2025, Trump juga mengenakan tarif dasar sebesar 10% kepada sebagian besar mitra dagang yang kini masih berlaku. Sejak itu, ia mulai mengeluarkan surat yang menetapkan tarif di atas 10% untuk masing-masing negara, termasuk Brasil, yang memiliki defisit perdagangan dengan AS dan tidak termasuk dalam daftar awal tarif resiprokal yang lebih tinggi.

Hanya Inggris dan Vietnam yang telah mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan AS, keduanya masih menerapkan tarif, sementara China berhasil menurunkan tarif balasan untuk sementara.

Produk-produk tertentu seperti farmasi, semikonduktor, dan kayu dikecualikan dari tarif ini. Tetapi mungkin barang-barang ini akan menghadapi tindakan terpisah, seperti yang telah terjadi pada baja, aluminium, dan segera tembaga. Emas dan perak, bersama dengan komoditas energi, juga dikecualikan.

Beberapa negara juga telah dikecualikan, termasuk negara-negara tetangga AS yaitu Kanada dan Meksiko yang telah menjadi sasaran terpisah terkait imigrasi ilegal dan fentanil, juga Rusia.

Kanada dan Meksiko

Produk-produk Kanada dan Meksiko dikenakan tarif AS sebesar 25% tak lama setelah Trump kembali menjabat tahun ini, dengan tarif yang lebih rendah untuk energi Kanada.

Namun, negosiasi perdagangan berjalan alot. Pada Kamis (10/7/2025) Trump mengumumkan barang-barang Kanada akan dikenakan bea masuk yang lebih tinggi sebesar 35% mulai 1 Agustus 2025.

Produk-produk yang masuk ke AS di bawah pakta perdagangan bebas Amerika Utara USMCA, yang mencakup sebagian besar produk, diperkirakan akan tetap dikecualikan. Sedangkan sumber daya energi dan kalium Kanada, yang digunakan sebagai pupuk, masih akan dikenakan tarif yang lebih rendah.

Fokus China

Trump juga secara khusus menargetkan China. Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini terlibat dalam perang tarif yang semakin intensif tahun ini sebelum akhirnya menarik diri sementara.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia