Jumat, 15 Mei 2026

Kelompok Den Haag Hentikan Perdagangan Senjata dengan Israel

Penulis : Grace El Dora
17 Jul 2025 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Seorang anak membawa kayu bakar di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di bagian utara Kota Gaza, Palestina (24/6/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/bar.)
Seorang anak membawa kayu bakar di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di bagian utara Kota Gaza, Palestina (24/6/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/bar.)

BOGOTA, investor.id - Kelompok Den Haag hentikan perdagangan senjata dengan Israel Kelompok Den Haag atau Hague Group, sebuah koalisi yang terdiri dari sekitar 30 negara, sepakat untuk mengambil "langkah hukum dan diplomatik secara terkoordinasi" terhadap Israel, dengan mengumumkan penghentian perdagangan senjata dan perlengkapan militer dengan otoritas tersebut.

Selain itu, Kelompok Den Haag juga memberlakukan larangan terhadap kapal-kapal Israel. Indonesia termasuk di antara anggota kelompok Den Haag.

“Dengan ini, kami mengumumkan langkah-langkah berikut: mencegah penyediaan atau pengiriman senjata, amunisi, bahan bakar militer, perlengkapan militer terkait, dan barang-barang berteknologi ganda ke Israel; melarang transit, sandar, dan layanan kapal di semua pelabuhan; serta melarang pengangkutan barang-barang tersebut ke Israel melalui kapal yang mengibarkan bendera negara kami,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis seperti dikutip Sputnik, Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

Keputusan itu diambil setelah pertemuan tingkat menteri yang digelar di Bogotá. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota Kelompok Den Haag juga sepakat untuk menghentikan segala transaksi antara lembaga pemerintah mereka dengan Israel.

Kelompok itu juga memulai tinjauan mendesak terhadap semua kontrak publik guna memastikan bahwa institusi dan dana publik tidak mendukung pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina ataupun memperkuat keberadaannya yang dianggap melanggar hukum.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Bolivia, Kuba, Kolombia, Indonesia, Irak, Libya, Malaysia, Namibia, Nikaragua, Oman, Saint Vincent and the Grenadines, serta Afrika Selatan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia