Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Bessent Minta The Fed Diselidiki

Penulis : Grace El Dora
21 Jul 2025 | 23:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi The Federal Reserve (The Fed). (Foto: ist)
Ilustrasi The Federal Reserve (The Fed). (Foto: ist)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Scott Bessent pada Senin (21/7/2025) meminta The Federal Reserve (The Fed) diselidiki. Menurutnya, bank sentral As itu harus diperiksa sebagai sebuah institusi untuk melihat apakah ia beroperasi dengan sukses.

"Saya pikir yang perlu kita lakukan adalah memeriksa seluruh institusi Federal Reserve dan apakah mereka telah berhasil ... Saya akan berada di gedung ini malam ini. Ada konferensi regulasi yang dimulai besok," ujar Bessent kepada CNBC internasional seperti dikutip Sputnik, Senin.

"Sekali lagi, saya pikir kita harus berpikir, apakah organisasi ini telah berhasil menjalankan misinya? Anda tahu, jika ini adalah FAA (Federal Aviation Administration) dan kita melakukan begitu banyak kesalahan, kita akan kembali dan melihat mengapa ini terjadi," jelas Menkeu Bessent.

ADVERTISEMENT

Ia menekankan saat ini terdapat masalah "ketakutan" atas tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump di dalam badan pengawas tersebut. Padahal, menurut Menkeu AS itu, langkah-langkah perdagangan berupa tarif Trump sejauh ini hanya menyebabkan inflasi yang "sangat kecil, jika ada".

Pekan lalu, Trump mengatakan dia tidak berencana memecat Ketua Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell, namun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan untuk Trump melakukannya.

Presiden juga menyebutkan dirinya memandang Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett untuk calon pengganti Powell sebagai gubernur The Fed.

Berbicara tentang pencalonan Bessent, Trump mengatakan dirinya tidak mempertimbangkannya karena ia menyukai pekerjaannya sebagai Menteri Keuangan.

Sebelum itu, sumber yang mengetahui langsung masalah itu mengatakan kepada CBS, Trump telah bertanya kepada anggota parlemen dari Partai Republik AS apakah ia harus memecat gubernur The Fed dan mendapatkan persetujuan mereka.

Beberapa sumber menambahkan, setelah mendapatkan persetujuan dari anggota parlemen DPR dari Partai Republik dalam sebuah pertemuan di Ruang Oval pada Selasa (22/7/2025), Trump mengindikasikan dirinya akan melanjutkan keputusan tersebut.

Pada awal Juli 2025, Trump mengatakan Powell harus segera mengundurkan diri. Sesaat sebelum itu, presiden AS tersebut mengatakan ia memiliki dua atau tiga kandidat yang dapat menggantikan Powell. Trump juga menyebut Powell sebagai "orang bodoh."

Pada Juni 2025, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,5% meski Trump berulang kali menyerukan pemangkasan suku bunga. Dalam pernyataannya hari itu, Powell mencatat kenaikan tarif yang diberlakukan oleh AS tahun ini dapat mendongkrak harga dan memengaruhi seluruh aktivitas ekonomi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia