Trump Mengaku Kaget oleh Pengeboman Israel di Suriah dan Gereja Gaza
ISTANBUL, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku terkejut oleh pengeboman yang dilakukan Israel di Suriah dan serangan terhadap sebuah gereja Katolik di Gaza. Ini yang mendorong Trump untuk menghubungi kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu, guna membahas insiden tersebut.
"Presiden terkejut oleh pengeboman di Suriah dan juga pengeboman terhadap Gereja Katolik di Gaza. Dalam kedua kasus tersebut, presiden segera menelepon perdana menteri untuk menangani situasinya,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt seperti dikutip Anadolu, Selasa (22/7/2025).
Pada 13 Juli 2025, bentrokan pecah antara suku Arab Bedouin dan kelompok bersenjata Druze di Suwayda, Suriah selatan. Situasi memburuk pada 16 Juli 2025 ketika militer Israel melakukan serangan udara di dekat istana presiden Suriah dan di markas Staf Umum dan Kementerian Pertahanan.
Israel juga menyerang Gereja Keluarga Kudus di Gaza pada Kamis (17/7/2025) lalu yang menewaskan tiga orang dan melukai 10 lainnya, termasuk pastor paroki.
Serangan-serangan Israel di Suriah telah menimbulkan keraguan yang semakin meningkat di dalam pemerintahan Trump terhadap Netanyahu, dengan anggapan kebijakannya di Timur Tengah “terlalu mengganggu”, menurut laporan situs berita AS Axios pada Minggu (20/7/2025).
Terkait Gaza, Leavitt mengatakan konflik tersebut telah berlangsung terlalu lama dan menjadi brutal dalam beberapa hari terakhir. “Presiden tidak pernah suka melihat hal itu. Ia ingin pembunuhan ini segera dihentikan, ingin negosiasi gencatan senjata di wilayah tersebut, dan ingin semua sandera dibebaskan dari Gaza,” ucap Leavitt, merujuk pada meningkatnya jumlah korban jiwa di Gaza akibat serangan Israel.
Baca Juga:
Gaza Jadi Kuburan dan Ladang KelaparanSejak 2 Maret 2025, Israel telah memberlakukan blokade total di Gaza, melarang masuknya makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan. Badan bantuan telah berulang kali memperingatkan adanya bencana kelaparan buatan manusia, tanpa adanya tanda-tanda pelonggaran.
Dengan menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, militer Israel terus melakukan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 59.000 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya terhadap wilayah kantong tersebut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






