Kamis, 14 Mei 2026

Trump Tiba di Skotlandia Jelang Potensi Kesepakatan Dagang AS-UE

Penulis : Indah Handayani
26 Jul 2025 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dengan wartawan sebelum menaiki Marine One di Halaman Selatan Gedung Putih, Selasa (24/6/2025) di Washington, AS. (Foto: AP/ Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dengan wartawan sebelum menaiki Marine One di Halaman Selatan Gedung Putih, Selasa (24/6/2025) di Washington, AS. (Foto: AP/ Evan Vucci)

EDINBURGH/LONDON, investor.id — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Skotlandia pada Jumat untuk kunjungan diplomatik sekaligus bermain golf, di tengah upaya finalisasi kesepakatan dagang besar antara AS dan Uni Eropa (UE).

Dikutip dari Reuters, setibanya di Skotlandia, Trump menyatakan akan mengunjungi dua properti golf miliknya serta mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang ia sebut sebagai ‘perempuan yang sangat dihormati’.

“Saya kira peluang kesepakatan itu 50:50. Kalau tercapai, ini akan jadi kesepakatan dagang terbesar dalam pemerintahan saya,” ujar Trump. Namun, ia mengakui masih ada sekitar 20 poin krusial yang belum disepakati dengan Brussel.

ADVERTISEMENT

Kesepakatan dagang ini dirancang menyusul kerangka serupa yang telah disepakati AS dengan Jepang awal pekan ini, yang mencakup tarif resiprokal sebesar 15%. Kesepakatan dengan UE diyakini akan mengikuti skema serupa dan menghindarkan Eropa dari ancaman tarif 30% yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus.

Trump mengklaim kebijakan tarif yang diterapkan sejak April, termasuk tarif 10% terhadap hampir semua mitra dagang AS, bertujuan memangkas defisit perdagangan dan menambah penerimaan negara. Namun, sejumlah ekonom memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa memicu inflasi global.

Kunjungan Trump juga dibayangi pertanyaan seputar hubungannya dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang tewas di penjara pada 2019.

“Kalian membesar-besarkan hal yang tidak besar. Kenapa tidak bicara tentang Clinton, atau rektor Harvard dulu, atau hedge fund yang selalu bersama Epstein? Jangan bicara tentang Trump,” ujarnya di Skotlandia.

Polling Reuters/Ipsos menunjukkan mayoritas warga AS, termasuk pendukung Partai Republik, yakin ada informasi yang disembunyikan pemerintah terkait kasus Epstein. Pihak Gedung Putih berharap isu ini akan mereda selama Trump berada di luar negeri.

Diplomasi Golf

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 10 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 19 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 36 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia