Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Korsel Sepakati Tarif Dagang 15% dengan AS

Penulis : Grace El Dora
31 Jul 2025 | 09:46 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendengarkan di sebuah acara untuk mempromosikan usulannya guna meningkatkan akses warga Amerika terhadap rekam medis mereka di Ruang Timur Gedung Putih, Rabu (30/7/2025) di Washington, AS. (Foto: AP/ Mark Schiefelbein)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendengarkan di sebuah acara untuk mempromosikan usulannya guna meningkatkan akses warga Amerika terhadap rekam medis mereka di Ruang Timur Gedung Putih, Rabu (30/7/2025) di Washington, AS. (Foto: AP/ Mark Schiefelbein)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pihaknya telah mencapai perjanjian dagang "Penuh dan Lengkap" dengan Korea Selatan (Korsel). Kesepakatan itu menetapkan tarif menyeluruh atas ekspor Korsel ke AS sebesar 15%.

Artinya, bea masuk akan diturunkan dari 25% yang diancamkan Trump dalam "surat tarif" yang dilayangkan AS ke Korsel pada awal bulan ini. Tarif ekspor otomotif negara itu yang ditetapkan sebesar 25% juga akan dipotong menjadi 15%.

Presiden AS itu juga mengatakan dalam unggahannya di platform media sosial miliknya Truth Social, pemerintah Korsel akan memberikan US$ 350 miliar (sekitar Rp 5.760,3 triliun) kepada AS.

ADVERTISEMENT

"Untuk Investasi, yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat, dan dipilih oleh saya sendiri, sebagai Presiden," tukasnya seperti dikutip CNBC internasional, Kamis (21/7/2025).

Namun, tampaknya terdapat perbedaan interpretasi antara Korsel dan AS tentang berapa jumlah tersebut akan digunakan.

Presiden Korsel Lee Jae-myung mengumumkan hal yang sama dalam sebuah unggahan di media massa Facebook, bahwa negaranya telah "menyelesaikan negosiasi tarif" dengan Amerika Serikat.

Namun, menurutnya, dana sebesar US$ 350 miliar tersebut akan digunakan untuk perluasan perusahaan Korsel di AS.

"Akan berperan dalam memfasilitasi masuknya perusahaan-perusahaan Korea secara aktif ke pasar AS di industri-industri yang menjadi keunggulan kami, seperti pembuatan kapal, semikonduktor, baterai sekunder, bioteknologi, dan energi," demikian disebutnya dalam pernyataan resminya yang diunggah dalam bahasa Korea, menurut terjemahan CNBC internasional.

Lee Jae-myung mengatakan, sebanyak US$ 150 miliar dari alokasi kapal tersebut akan dialokasikan untuk kerja sama pembuatan kapal memberikan dukungan kuat bagi perusahaan Korea yang memasuki industri pembuatan kapal AS

"Penting untuk mencapai hasil yang saling menguntungkan, bukan hanya mengejar keuntungan sepihak," tambahnya.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, sebanyak 90% keuntungan dari investasi US$ 350 miliar tersebut akan diberikan kepada rakyat Amerika. Hal ini serupa dengan apa yang diumumkan Trump tentang investasi Jepang di AS sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan yang disepakati awal bulan ini, yang dilaporkan telah ditentang oleh pemerintah Jepang.

Pada akhir pekan lalu, pemerintah Jepang telah mengatakan keuntungan dari investasi sebesar US$ 550 miliar (Rp 9.058,1 triliun) yang disepakati dalam kesepakatan tarif dengan AS akan dibagi antara kedua negara berdasarkan tingkat kontribusi mereka, menurut laporan Reuters.

Investasi Lainnya

Trump pada Rabu (30/7/2025) juga mengatakan Korsel akan membeli LNG atau produk energi lainnya senilai US$ 100 miliar (Rp 1.647,5 triliun) dari AS sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Selain itu, Korsel juga telah setuju untuk menyumbangkan sejumlah besar uang untuk tujuan investasi mereka. Jumlah tersebut akan diungkapkan ketika Lee mengunjungi Washington untuk pertemuan puncak bilateral dalam dua minggu ke depan, sambil menambahkan.

Barang-barang AS tidak akan mengenakan tarif apa pun, kata Trump. Pada 2024, tarif efektif Korsel untuk barang-barang yang diimpor dari AS adalah sekitar 0,79%. Seoul telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS sejak 2012.

Perdagangan barang AS dengan Korea Selatan sedikit di atas US$ 197 miliar pada 2024, menurut data pemerintah AS, dan defisitnya dengan negara tersebut mencapai US$ 66,0 miliar pada 2024, 29,2% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Lee mengatakan dalam postingannya bahwa "Saya berharap melalui ini, kerja sama industri antara Korea dan AS akan diperkuat dan persahabatan antara Korea dan Amerika juga akan diperkuat," kata dia, sambil menambahkan pihaknya akan mempertahankan diplomasi yang berpusat pada kepentingan nasional sebagai prinsip utamanya.

"(Korea Selatan) tidak akan diperlakukan lebih buruk daripada negara lain dalam hal semikonduktor dan farmasi. Baja, aluminium, dan tembaga tidak termasuk dan tetap tidak berubah," sambung Lutnick. Ekspor baja, aluminium, dan tembaga ke AS di berbagai negara dikenakan tarif sebesar 50%.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,5% setelah pengumuman tersebut, sementara imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun acuannya sedikit lebih tinggi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia