Jumat, 15 Mei 2026

Batas Waktu Tarif Trump Mendekat, Baru Ada 8 Kesepakatan Dagang

Penulis : Grace El Dora
1 Aug 2025 | 10:08 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan dagang di lapangan golf Trump Turnberry di Turnberry, Skotlandia, Minggu (27/7/2025). (Foto: AP/ Jacquelyn Martin)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan dagang di lapangan golf Trump Turnberry di Turnberry, Skotlandia, Minggu (27/7/2025). (Foto: AP/ Jacquelyn Martin)

NEW YORK, investor.id – Waktu terus berjalan menuju batas waktu tarif yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 1 Agustus 2025. Namun, baru ada 8 kesepakatan dagang baru atau kerangka kerja yang telah diumumkan sejak batas waktu terakhir pada 9 Juli 2025.

Sementara itu hingga hari ini, Jumat (1/8/2025), perundingan AS dengan banyak negara lain masih belum terselesaikan.

Pada April 2025, Trump mengumumkan tarif impor yang luas untuk barang-barang dari hampir setiap negara. Tarif tersebut mencakup peningkatan tarif "timbal balik", yang sebagian besar telah ditunda dua kali.

ADVERTISEMENT

Jeda 90 hari pertama tampaknya ditujukan untuk menenangkan pasar global dan memberikan waktu untuk negosiasi individual. Pada suatu titik, pemerintahan Trump bahkan menetapkan target tinggi untuk mencapai 90 kesepakatan dagang dalam 90 hari.

Tiga bulan kemudian, hanya dua kesepakatan formal yang terwujud yaitu dengan Inggris dan Vietnam. Sebuah kerangka kerja dengan China juga sudah dibentuk. Pada awal Juli 2025, Trump mulai mengirimkan surat peringatan yang menyatakan tarif yang lebih tinggi akan berlaku untuk puluhan negara pada 1 Agustus 2025.

Sejak itu, lebih banyak kerangka kerja telah diumumkan, tetapi detailnya seringkali samar atau belum final.

Berikut yang kami ketahui sejauh ini, berdasarkan perjanjian yang paling baru diumumkan seperti dikutip Associated Press:

Korea Selatan

Pada 30 Juli 2025, Trump mengatakan ia mencapai kesepakatan dengan Korea Selatan (Korsel) untuk tarif 15% atas barang-barang negara itu. Otoritas Korsel juga setuju untuk membeli sumber daya energi AS senilai US$ 100 miliar dan menginvestasikan US$ 350 miliar dalam proyek-proyek yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat, yang dipilih secara pribadi oleh Trump.

Uni Eropa

Sebuah kesepakatan kerangka kerja diumumkan pada 27 Juli 2025, mengenakan tarif sebesar 15% terhadap 70% impor Eropa termasuk farmasi, semikonduktor, dan otomotif. Sisanya, sebesar 30% masih dalam tahap negosiasi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk menghapus tarif atas barang-barang strategis. Sementara Trump menggembar-gemborkan investasi energi Uni Eropa (UE) senilai US$ 750 miliar selama tiga tahun dan tambahan US$ 600 miliar dalam bentuk komitmen politik yang tidak mengikat.

Jepang

Pada 22 Juli 2025, Trump mengumumkan kesepakatan tarif sebesar 15% dengan Jepang, turun dari ancaman sebelumnya sebesar 25%. Pemerintah Jepang juga setuju untuk berinvestasi sebesar US$ 550 miliar di AS dan membuka pasar otomotif dan berasnya untuk barang-barang Amerika.

Kesepakatan ini menurunkan tarif mobil, sehingga mengurangi tekanan terhadap Toyota, Honda, dan lainnya. Namun, para pesaing AS khawatir tentang keuntungan yang tidak merata.

Filipina

Setelah pertemuan pada 22 Juli 2025 dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Trump menurunkan tarif barang-barang Filipina menjadi 19%, dari rencana 20%. Sebagai imbalannya, ekspor AS ke Filipina dilaporkan akan bebas tarif. Marcos mengatakan detail lebih lanjut masih dalam pembahasan.

Indonesia

Pada 15 Juli 2025, Trump mengatakan akan menurunkan tarif impor Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Sebagai imbalannya, lebih dari 99% barang AS yang diekspor ke Indonesia akan masuk bebas bea, menurut lembar fakta Gedung Putih. Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan negosiasi akan berlanjut.

Vietnam

Pada 2 Juli 2025, Trump mengumumkan kesepakatan yang menyatakan ekspor AS ke Vietnam akan bebas bea, sementara ekspor Vietnam ke AS akan dikenakan tarif 20%, kurang dari setengah dari tarif 46% yang awalnya diusulkan.

Tarif 40% juga akan berlaku untuk barang-barang yang diangkut melalui jalur darat, terutama produk-produk China yang dialihkan melalui Vietnam.

Britania Raya

Pada 8 Mei 2025, Trump dan pemerintah Inggris sepakat untuk memangkas tarif mobil, baja, dan aluminium, sementara Inggris menurunkan tarif produk-produk AS seperti minyak zaitun, anggur, dan peralatan olahraga. Meskipun awalnya samar-samar, AS akhirnya mengonfirmasi pihak Inggris akan dibebaskan dari bea masuk baja dan aluminium baru sebesar 50%, meskipun tarif 25% tetap berlaku.

China

Pada puncaknya, tarif AS untuk barang-barang China mencapai 145%, sementara otoritas China mengenakan tarif 125% sebagai balasannya. Pada 12 Mei 2025, kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata selama 90 hari, dengan menurunkan tarif masing-masing menjadi 30% dan 10%.

Pada Juni 2025, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah China setuju untuk melonggarkan pembatasan pada bahan-bahan penting seperti magnet dan tanah jarang. Otoritas Negara Tirai Bambu itu mengatakan, pihak AS akan mencabut beberapa pembatasan sebagai balasannya. Perundingan sedang berlangsung, sementara perpanjangan batas waktu setelah 12 Agustus 2025 sedang dibahas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia