Jumat, 15 Mei 2026

Dukungan untuk Palestina Menguat, Puluhan Ribu Turun ke Jalan

Penulis : Grace El Dora
4 Aug 2025 | 09:17 WIB
BAGIKAN
Ribuan pengunjuk rasa berjalan melintasi Jembatan Pelabuhan Sydney dalam Pawai Kemanusiaan Palestine Action Group di Sydney, Australia, Minggu (3/8/2025). (Foto: Dean Lewins/ AAP via AP)
Ribuan pengunjuk rasa berjalan melintasi Jembatan Pelabuhan Sydney dalam Pawai Kemanusiaan Palestine Action Group di Sydney, Australia, Minggu (3/8/2025). (Foto: Dean Lewins/ AAP via AP)

SYDNEY, investor.id – Dukungan untuk Palestina menguat, dengan puluhan ribu demonstran menerjang hujan lebat untuk menutupi seluruh Jembatan Pelabuhan Sydney yang ikonis pada Minggu (3/8/2025). Konflik masih melanda Jalur Gaza, di mana krisis kemanusiaan memburuk dan pengiriman bantuan terhambat.

Hampir dua tahun perang yang menurut otoritas Palestina telah menewaskan lebih dari 60.000 orang di Gaza, menurut catatan Reuters, Senin (4/8/2025). Para pemimpin negara dan organisasi kemanusiaan mengatakan kekurangan makanan menyebabkan kelaparan yang meluas.

Beberapa dari mereka yang menghadiri pawai membawa panci dan wajan sebagai simbol kelaparan. Penyelenggaranya menyebut aksi tersebut sebagai Pawai untuk Kemanusiaan. “Sudah cukup. Ketika orang-orang dari seluruh dunia berkumpul dan bersuara, maka kejahatan dapat diatasi,” kata Doug, pria berusia 60-an yang ikut dalam pawai itu.

ADVERTISEMENT

Para peserta pawai beragam, mulai dari lansia hingga keluarga dengan anak-anak kecil. Di antara mereka terdapat pendiri Wikileaks Julian Assange, banyak yang membawa payung, sedangkan beberapa membawa bendera Palestina.

Kepolisian New South Wales mengatakan hingga 90.000 orang turun ke jalan, jauh lebih banyak dari perkiraan. Palestine Action Group Sydney selaku penyelenggara mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial Facebook, sekitar 300.000 jiwa mungkin telah jadi korban di Jalur Gaza.

Pekan lalu, kepolisian New South Wales dan perdana menteri negara bagian tersebut mencoba menghalangi pawai agar tidak terjadi di jembatan yang merupakan landmark kota dan jalur transportasi utama. Pihaknya menegaskan, aksi massa di rute tersebut dapat menyebabkan bahaya keselamatan dan gangguan transportasi. Sehari sebelum aksi demo itu, Mahkamah Agung negara bagian memutuskan pawai tersebut dapat dilanjutkan.

Dukungan untuk Palestina Menguat, Puluhan Ribu Turun ke Jalan
Polisi berjaga di dekat kuda saat para pengunjuk rasa berkumpul untuk berjalan melintasi Jembatan Pelabuhan Sydney dalam Pawai Kemanusiaan Palestine Action Group di Sydney, Australia, Minggu (3/8/2025). (Foto: Dean Lewins/ AAP via AP)

Pejabat Wakil Komisaris Polisi Peter McKenna mengatakan lebih dari seribu polisi dikerahkan dan besarnya kepadatan telah menyebabkan kekhawatiran akan adanya desak-desakan. Polisi juga hadir di Melbourne, tempat pawai protes serupa berlangsung.

Tekanan wawasan terhadap Israel meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Prancis dan Kanada telah menyatakan akan mengakui negara Palestina. Sedangkan otoritas Inggris menyatakan akan mengikuti, kecuali Israel mengatasi krisis kemanusiaan dan mencapai gencatan senjata.

Israel mengecam keputusan ini karena dianggap menguntungkan Hamas, kelompok yang memerintah Gaza dan serangannya terhadap Israel pada Oktober 2023 memicu serangan Israel yang telah meratakan sebagian besar wilayah kantong tersebut. Israel juga membantah telah melancarkan kebijakan kelaparan dan menuduh Hamas mencuri bantuan.

Perdana Menteri (PM) Australia yang berhaluan kiri-tengah, Anthony Albanese, mengatakan ia mendukung solusi dua negara. Penolakan Israel terhadap bantuan dan pembunuhan warga sipil tidak dapat dipertahankan atau diabaikan, kata Albanese, tetapi belum mengakui Palestina.

Seorang demonstran berusia 80-an bernama Therese Curtis mengatakan ia memiliki hak asasi manusia dan hak istimewa untuk mendapatkan perawatan medis yang baik di Australia.

"Tetapi orang-orang di Palestina mengalami pengeboman di rumah sakit mereka; hak dasar mereka untuk mendapatkan perawatan medis ditolak, dan saya mendidik secara khusus untuk itu,” tukasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia