Kamis, 14 Mei 2026

Pakistan Incar Peningkatan Kerja Sama Dagang dengan RI ke Level FTA

Penulis : Grace El Dora
6 Aug 2025 | 13:56 WIB
BAGIKAN
Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri usai berbincang dengan wartawan di kantornya di Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: ANTARA/ Kuntum Riswan)
Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri usai berbincang dengan wartawan di kantornya di Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: ANTARA/ Kuntum Riswan)

JAKARTA, investor.id – Pakistan mengincar penguatan kerja sama dagang dengan Indonesia melalui peningkatan kerangka kerja sama ekonomi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA). Ini beriringan dengan hubungan bilateral yang mencapai 75 tahun pada 2025.

“Saat ini, kita sudah memiliki Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Indonesia, dan kita sedang bekerja menuju Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Pakistan dan Indonesia,” ungkap Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Dubes Chaudri menyampaikan, sejak implementasi PTA pada 2013, nilai perdagangan antara kedua negara telah menguat dan telah melampaui US$ 4 miliar atau sekitar Rp 65,5 triliun pada 2024. Pakistan ingin melihat angka itu terus meningkat melalui kerangka kerja sama dagang FTA.

ADVERTISEMENT

Diplomat tersebut menyampaikan Pakistan memiliki kekuatan di sektor tekstil dan menjadi salah satu negara yang memiliki rantai pasok tekstil terintegrasi secara vertikal dan horizontal.

“Kami menanam kapas sendiri, memproduksi serat sendiri, menenun kain sendiri, dan memproduksi pakaian jadi sendiri,” ucapnya.

Selain itu, Pakistan juga menjadi rumah produksi untuk 70% bola sepak yang digunakan di seluruh dunia.

Di sektor teknologi informasi (IT), negara di Asia Selatan tersebut menghasilkan lebih dari 20.000 lulusan IT setiap tahun dan memiliki lebih dari 400.000 profesional IT yang siap bekerja sama dalam penerapan teknologi informasi mutakhir, termasuk teknologi finansial (FinTech).

Tak hanya itu, Dubes Chaudri juga menyampaikan keinginan Pakistan untuk menjual sistem persenjataannya ke Indonesia, termasuk juga mengadakan latihan bersama dan membagikan pengetahuan di sektor pertahanan.

“Perekonomian kita saling melengkapi. Hubungan antar masyarakat kita sangat kuat. Dan yang lebih penting lagi, kedua negara kita mendambakan tatanan internasional yang berdasarkan pada hukum internasional, tatanan yang menjunjung perdamaian, keadilan, dan kemakmuran. Saya sangat menantikan untuk bekerja bersama rekan-rekan saya di Indonesia,” kata dia.

Indonesia-Pakistan PTA yang efektif diimplementasikan pada September 2013, dan memberikan preferensi tarif atas sejumlah produk berupa barang yang disepakati bersama.

Perjanjian dagang antar kedua negara, kemudian disepakati untuk diperluas ke level Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA) yang akan mencakup keseluruhan pos tarif.

Indonesia dan Pakistan pun telah membentuk Joint Trade Committee (JTC) RI-Pakistan sebagai upaya mempercepat penyelesaian negosiasi yang mana perundingan telah dilakukan sejak 2019.

Sedangkan melalui FTA, cakupan perjanjian dagang akan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada perdagangan fisik, namun mencakup jasa, investasi, dan lainnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 16 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 34 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia