Pakistan Incar Peningkatan Kerja Sama Dagang dengan RI ke Level FTA
JAKARTA, investor.id – Pakistan mengincar penguatan kerja sama dagang dengan Indonesia melalui peningkatan kerangka kerja sama ekonomi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA). Ini beriringan dengan hubungan bilateral yang mencapai 75 tahun pada 2025.
“Saat ini, kita sudah memiliki Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Indonesia, dan kita sedang bekerja menuju Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Pakistan dan Indonesia,” ungkap Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Dubes Chaudri menyampaikan, sejak implementasi PTA pada 2013, nilai perdagangan antara kedua negara telah menguat dan telah melampaui US$ 4 miliar atau sekitar Rp 65,5 triliun pada 2024. Pakistan ingin melihat angka itu terus meningkat melalui kerangka kerja sama dagang FTA.
Diplomat tersebut menyampaikan Pakistan memiliki kekuatan di sektor tekstil dan menjadi salah satu negara yang memiliki rantai pasok tekstil terintegrasi secara vertikal dan horizontal.
“Kami menanam kapas sendiri, memproduksi serat sendiri, menenun kain sendiri, dan memproduksi pakaian jadi sendiri,” ucapnya.
Selain itu, Pakistan juga menjadi rumah produksi untuk 70% bola sepak yang digunakan di seluruh dunia.
Di sektor teknologi informasi (IT), negara di Asia Selatan tersebut menghasilkan lebih dari 20.000 lulusan IT setiap tahun dan memiliki lebih dari 400.000 profesional IT yang siap bekerja sama dalam penerapan teknologi informasi mutakhir, termasuk teknologi finansial (FinTech).
Tak hanya itu, Dubes Chaudri juga menyampaikan keinginan Pakistan untuk menjual sistem persenjataannya ke Indonesia, termasuk juga mengadakan latihan bersama dan membagikan pengetahuan di sektor pertahanan.
“Perekonomian kita saling melengkapi. Hubungan antar masyarakat kita sangat kuat. Dan yang lebih penting lagi, kedua negara kita mendambakan tatanan internasional yang berdasarkan pada hukum internasional, tatanan yang menjunjung perdamaian, keadilan, dan kemakmuran. Saya sangat menantikan untuk bekerja bersama rekan-rekan saya di Indonesia,” kata dia.
Indonesia-Pakistan PTA yang efektif diimplementasikan pada September 2013, dan memberikan preferensi tarif atas sejumlah produk berupa barang yang disepakati bersama.
Perjanjian dagang antar kedua negara, kemudian disepakati untuk diperluas ke level Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA) yang akan mencakup keseluruhan pos tarif.
Indonesia dan Pakistan pun telah membentuk Joint Trade Committee (JTC) RI-Pakistan sebagai upaya mempercepat penyelesaian negosiasi yang mana perundingan telah dilakukan sejak 2019.
Sedangkan melalui FTA, cakupan perjanjian dagang akan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada perdagangan fisik, namun mencakup jasa, investasi, dan lainnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






