Jumat, 15 Mei 2026

Gaza Desak Bantuan Air Drop Disetop karena Tewaskan Warga

Penulis : Grace El Dora
7 Aug 2025 | 09:12 WIB
BAGIKAN
Sejumlah warga membawa kantong tepung dari truk bantuan kemanusiaan yang berhasil masuk ke Gaza melalui pos perbatasan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Palestina (27/7/2025). (Foto: ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa)
Sejumlah warga membawa kantong tepung dari truk bantuan kemanusiaan yang berhasil masuk ke Gaza melalui pos perbatasan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Palestina (27/7/2025). (Foto: ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa)

KAIRO, investor.id – Otoritas dalam negeri Gaza mendesak dihentikannya penerjunan bantuan kemanusiaan via udara atau air drop. Pasalnya, cara ini justru dapat memperburuk situasi di Jalur Gaza dan telah menewaskan warga Gaza.

"Menerjunkan bantuan kemanusiaan menyebabkan peningkatan korban jiwa di kalangan masyarakat akibat berdesak-desakan saat saling berebut bantuan. Di beberapa kasus, bahkan ada korban tewas," ungkap Kementerian Dalam Negeri Gaza dalam pernyataan yang dikutip Sputnik, Kamis (7/8/2025).

"Terlebih, kontainer bantuan yang diterjunkan kerap mendarat di bangunan tempat tinggal dan tenda pengungsian sehingga menimbulkan korban jiwa di kalangan wanita dan anak-anak," jelas kementerian tersebut.

ADVERTISEMENT

Kementerian Dalam Negeri menambahkan, metode pengiriman bantuan melalui udara menyebabkan kekacauan dan meningkatkan korban jiwa di tengah kelangkaan pangan akut di Gaza.

"Satu-satunya cara untuk menghentikan krisis kemanusiaan ini adalah dengan membuka semua titik perbatasan darat demi memastikan bantuan kemanusiaan dan pangan (melalui darat) mengalir tanpa halangan," demikian pernyataan otoritas di Gaza itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli 2025 melaporkan peningkatan pesat kasus kematian akibat malanutrisi di Jalur Gaza.

Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan malanutrisi akut berdampak pada 10 persen populasi Gaza, sementara lebih dari 20% ibu hamil dan menyusui yang diperiksa turut didiagnosis menderita malanutrisi parah.

Ia memperingatkan, bencana kelaparan tersebut semakin memburuk akibat dihentikannya pengiriman bantuan kemanusiaan dan adanya pembatasan akses.

Kemudian pada 26 Juli 2025, pihak Zionis Israel mengizinkan kembali penerjunan bantuan kemanusiaan dilaksanakan oleh negara-negara asing.

Diketahui, Israel diketahui mengelola penyaluran bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Amerika Serikat (AS). Titik penyaluran bantuan oleh GHF difokuskan di wilayah selatan Gaza.

Namun, laporan media menyebutkan pasukan Zionis juga terus menembaki warga Palestina yang mengantre demi makanan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia