Jumat, 15 Mei 2026

Kim Jong Un Perintahkan Korut Tingkatkan Jumlah Nuklir Besar-besaran

Penulis : Grace El Dora
19 Aug 2025 | 23:50 WIB
BAGIKAN
Foto arsip pada 7 Januari 2025 dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea resmi Korea Utara (KCNA), menunjukkan rudal balistik jarak menengah baru yang dilengkapi hulu ledak hipersonik yang diluncurkan pada hari sebelumnya. (Foto: KCNA)
Foto arsip pada 7 Januari 2025 dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea resmi Korea Utara (KCNA), menunjukkan rudal balistik jarak menengah baru yang dilengkapi hulu ledak hipersonik yang diluncurkan pada hari sebelumnya. (Foto: KCNA)

SEOUL, investor.id – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyerukan revisi menyeluruh terhadap strategi militer negara tersebut serta peningkatan besar-besaran jumlah senjata nuklir yang dimiliki, menurut laporan media pemerintah KCNA.

Keamanan lingkungan di sekitar Korut semakin serius dari hari ke hari, kata dia. "(Korut perlu) membuat perubahan radikal dan cepat dalam teori dan praktik militer yang ada, serta perluasan nuklirisasi yang cepat," kata Kim Jong Un seperti dikutip Sputnik, Selasa (19/8/2025).

Pernyataan Kim tersebut disampaikan dalam kunjungan ke kapal perusak Choe Hyon pada Senin (18/8/2025), untuk mendapatkan pengarahan terkait pengujian senjata dan pembangunan kapal perusak multi-misi tipe baru kelas Choe Hyon yang ketiga, menurut KCNA.

ADVERTISEMENT

Dalam kunjungan tersebut, Kim meminta agar upaya mencapai yang disebutnya sebagai transformasi yang berkelanjutan, signifikan, dan bersejarah di angkatan laut agar terus dilanjutkan, yang tujuan utamanya adalah melengkapi armada tersebut dengan senjata nuklir sehingga dapat berfungsi sebagai pencegah perang.

Kim menekankan, meningkatkan kemampuan operasional pasukan angkatan laut adalah tugas negara yang terpenting yang tidak dapat ditunda.

Pernyataan Kim tersebut disampaikan bersamaan dengan dimulainya latihan gabungan tahunan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/8/2025) dengan sandi Ulchi Freedom Shield. Menurut pemerintah Korsel dan AS, melatih respons atas ancaman dari Korea Utara adalah prioritas utama.

Menteri Pertahanan Korut No Kwang Chol menyebut latihan tersebut sebagai "tindakan provokatif", seraya memperingatkan kedua sekutu tersebut tentang konsekuensi negatif yang akan ditimbulkannya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia