Kamis, 14 Mei 2026

Korut Sebut Korsel Lepaskan Tembakan ke Tentara di Perbatasan

Penulis : Grace El Dora
23 Aug 2025 | 23:32 WIB
BAGIKAN
Seorang tentara (kiri) dari Tentara Rakyat Korea Demokratik (DPRK) memperhatikan saat seorang tentara Korea Selatan berjaga di desa gencatan senjata Panmunjom, perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara (4/10/2007). (Foto: ANTARA/Xinhua/Gong Bing/aa)
Seorang tentara (kiri) dari Tentara Rakyat Korea Demokratik (DPRK) memperhatikan saat seorang tentara Korea Selatan berjaga di desa gencatan senjata Panmunjom, perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara (4/10/2007). (Foto: ANTARA/Xinhua/Gong Bing/aa)

ISTANBUL, investor.id – Korea Utara (Korut) mengaku Korea Selatan (Korsel) telah melepaskan tembakan ke arah tentaranya di perbatasan awal pekan ini, menurut laporan Anadolu, Sabtu (23/8/2025).

Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Darat Korut Letnan Jenderal Ko Jong Chol mengatakan tentara Korsel pada Selasa (19/8/2025) melepaskan lebih dari 10 tembakan peringatan dengan senapan mesin kaliber besar 12,7 milimeter (mm) ke arah tentara Korut.

Saat itu, kata laporan yang dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Sabtu (23/8/2025), Korut sedang membangun proyek penghalang permanen di dekat garis perbatasan selatan.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah awal yang sangat serius yang pasti akan mendorong situasi di wilayah perbatasan selatan, di mana sejumlah besar pasukan ditempatkan melakukan konfrontasi satu sama lain hingga ke fase yang tak terkendali," kata Ko.

Pemberitahuan mengenai pembangunan tersebut telah disampaikan sebelumnya untuk mencegah kesalahpahaman dan konflik yang tidak disengaja, ucap Ko. Ia menambahkan, militer Korut sedang memantau situasi terkini.

Ko menyatakan insiden tersebut, yang terjadi bersamaan dengan latihan militer gabungan besar-besaran di wilayah Korea Selatan, jelas merupakan provokasi yang dirancang dan disengaja untuk memicu konflik militer secara menyeluruh.

Ia merujuk pada latihan tahunan Ulchi Freedom Shield yang berlangsung selama 11 hari antara Korsel dan Amerika Serikat (AS), yang dimulai pada Senin (18/8/2025).

Ko sangat menuntut penghentian apa yang disebutnya provokasi berbahaya tersebut. "Jika upaya menahan atau menghalangi proyek yang tidak terkait dengan unsur militer terus berlanjut, tentara kami akan menganggapnya sebagai provokasi militer yang disengaja dan akan mengambil tindakan balasan yang sesuai," ujarnya.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Staf Umum Tentara Rakyat Korea menyebut latihan gabungan Ulchi Freedom Shield sebagai latihan perang gegabah AS dan para penghasut perang Korsel yang mendorong situasi di semenanjung Korea dan di kawasan menuju ketegangan ekstrem.

Sementara itu Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan militer melepaskan tembakan peringatan pada Selasa setelah pasukan Korut melintasi Garis Demarkasi Militer, menurut Yonhap News.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia