Kamis, 14 Mei 2026

Selain Giant Sea Wall, Prabowo Bahas Kereta Cepat dengan Presiden China

Penulis : Grace El Dora
4 Sep 2025 | 23:55 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA, investor.id – Pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Rabu (3/9/2025) membahas proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall. Selain itu, Presiden Prabowo juga membahas proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan Presiden China.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, hasil pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Xi di Beijing, China, menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.

Adapun kunjungan Prabowo ke China adalah untuk menghadiri peringatan 80 tahun Hari Kemenangan, Rabu (3/9/2025).

ADVERTISEMENT

"Salah satu pembahasan dengan Presiden Xi Jinping adalah bagaimana untuk kerja sama pembangunan infrastruktur ke depan, termasuk di antaranya adalah 'Giant Sea Wall' dan pengembangan kereta cepat," kata Menko AHY saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025).

AHY mengatakan, meski dalam rapat tidak dibahas secara rinci, kedua proyek tersebut akan ia kawal.

Presiden Prabowo, kata AHY, akan menjadwalkan waktu khusus dan menggelar rapat terbatas bersama menteri terkait lainnya guna membahas rinci kerja sama tanggul laut raksasa dan pengembangan kereta cepat bersama China.

"Tentunya saya akan mengawal dua proyek besar ini sekaligus. Nanti meminta waktu yang lebih khusus untuk rapat terbatas bersama dengan sejumlah menteri lain yang terkait," lanjut AHY.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menawarkan peluang investasi untuk proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall kepada sejumlah negara, termasuk China, Korea Selatan, Jepang, hingga negara-negara Eropa.

Proyek ini menjadi salah satu program strategis nasional (PSN) pemerintahan Prabowo untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim.

Sejumlah fase pembangunan Giant Sea Wall akan ditawarkan untuk kerja sama pendanaan dengan negara mitra. Nantinya, pembiayaan proyek difokuskan pada skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dalam pertemuan Prabowo dengan Xi Jinping, kedua kepala negara itu sempat membahas peluang kerja sama infrastruktur strategis.

Adapun proyek Giant Sea Wall sendiri ditaksir bakal menelan biaya sekitar US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1,31 kuadraliun. (kurs Rp 16.430 per dolar AS).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia