Penderitaan Palestina Melebihi Apartheid
JOHANNESBURG, investor.id – Cucu dari mendiang Presiden pertama Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela, Mandla Mandela menyatakan bahwa penderitaan rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel jauh lebih buruk dibandingkan pengalaman warga kulit hitam di Afsel pada masa apartheid. Ia pun menyerukan agar masyarakat internasional memberikan dukungan nyata bagi perjuangan rakyat Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Mandla Mandela (51 tahun) saat diwawancarai Reuters pada Rabu (03/09/2025) malam. Saat itu, ia berada di Bandara Johannesburg sebelum berangkat menuju Tunisia untuk bergabung dengan konvoi kapal yang berupaya mengirimkan makanan serta bantuan kemanusiaan ke Gaza, meskipun ada blokade laut yang diberlakukan Israel.
“Banyak dari kita yang telah mengunjungi wilayah-wilayah yang diduduki di Palestina hanya kembali dengan satu kesimpulan bahwa rakyat Palestina mengalami bentuk apartheid yang jauh lebih parah daripada yang pernah kita alami. Kami yakin bahwa masyarakat internasional harus terus mendukung rakyat Palestina, sama seperti mereka berdiri bersama-sama dengan kita,” ujarnya.
Israel selama ini menolak perbandingan antara kehidupan rakyat Palestina di bawah pendudukan maupun blokade ekonomi yang telah berlangsung lebih dari setengah abad dengan rezim apartheid di Afrika Selatan. Pada masa itu, mayoritas warga kulit hitam diperintah oleh pemerintahan minoritas kulit putih yang represif.
Pemerintah Israel membela kebijakan pembatasan ketat terhadap pasokan barang ke Jalur Gaza dengan alasan mencegah masuknya senjata ke kelompok militan Hamas. Namun, kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut makin memburuk.
Menurut laporan World Food Programme (WFP) atau Program Pangan Dunia, kelaparan telah meluas di Gaza, dan tercatat sekitar seperempat dari total penduduk kini mengalami kelaparan.
Dalam misinya, Mandela tergabung dengan kelompok beranggotakan 10 aktivis asal Afrika Selatan yang turut serta dalam Flotila Global Sumud. Armada tersebut terdiri dari puluhan kapal dengan ratusan peserta dari 44 negara, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg.
Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari Partai Kongres Nasional Afrika (African National Congress/ANC), yang menyatakan bahwa misi tersebut “mencerminkan perjuangan kami sendiri untuk pembebasan”.
Mandla Mandela menekankan bahwa keberhasilan mengakhiri apartheid di Afrika Selatan pada 1994 tidak lepas dari tekanan serta sanksi keras yang dijatuhkan oleh negara-negara lain.
“Mereka mengisolasi Afrika Selatan yang menerapkan apartheid dan akhirnya menghancurkannya. Kami yakin bahwa saatnya telah tiba untuk melakukan hal yang sama bagi Palestina,” tandasnya.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

