Kamis, 14 Mei 2026

Trump Inginkan UE Pukul Tarif 100% Atas China dan India Demi Tekan Putin

Penulis : Grace El Dora
10 Sep 2025 | 17:58 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani rancangan undang-undang keringanan pajak dan pemotongan anggaran di Gedung Putih, Washington, AS pada Jumat (4/7/2025). (Foto: AP/ Alex Brandon)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani rancangan undang-undang keringanan pajak dan pemotongan anggaran di Gedung Putih, Washington, AS pada Jumat (4/7/2025). (Foto: AP/ Alex Brandon)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak para pejabat Uni Eropa (UE) untuk memukul tarif hingga 100% terhadap China. Ini dilakukannya sebagai bagian dari strategi untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin, menurut seorang pejabat AS dan seorang diplomat UE.

Trump juga mendorong UE untuk mengenakan tarif serupa yang lebih tinggi kepada India, kata pejabat tersebut, yang meminta anonimitas untuk membahas percakapan pribadi.

Adapun China dan India adalah pembeli utama minyak Rusia. Oleh karena itu, mereka memainkan peran penting dalam menjaga perekonomian Rusia tetap bertahan di tengah upaya Rusia untuk memperluas invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 2022.

Trump mengajukan permintaan tersebut, yang disampaikan melalui panggilan konferensi kepada utusan sanksi UE David O'Sullivan dan pejabat UE lainnya. Delegasi UE saat ini berada di Washington untuk membahas koordinasi sanksi, lapor Reuters, Rabu (10/9/2025).

Diplomat UE tersebut mengatakan, pemerintah AS telah mengindikasikan kesediaannya untuk mengenakan tarif serupa jika Uni Eropa mengindahkan permintaan AS. "Pada dasarnya mereka berkata: Kami akan melakukan ini, tetapi Anda harus melakukannya bersama kami," beber diplomat tersebut.

Permintaan AS tersebut, jika diindahkan, akan mengakibatkan perubahan strategi bagi UE yang selama ini lebih memilih untuk mengisolasi Rusia dengan sanksi daripada mengenakan tarif.

Pemerintah China dengan tegas menentang AS yang menerapkan apa yang disebut tekanan ekonomi tersebut, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China dalam jumpa pers rutin Rabu. Pihaknya menambahkan, otoritas China juga menentang penggunaan China dalam diskusi mengenai Rusia.

Trump, yang permintaannya pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, telah sering mengancam akan mengenakan tarif kepada India dan China sebagai hukuman atas pembelian minyak mentah Rusia mereka.

Meskipun Trump memang menaikkan tarif untuk India selama musim panas sebesar 25 poin persentase (bps), sebagian karena hubungan ekonominya dengan Kremlin, Trump belum mengambil tindakan atas opsi yang lebih keras yang telah ia ajukan.

Terkadang, Trump mengeluhkan Eropa belum sepenuhnya lepas dari Rusia, yang memasok sekitar 19% impor gas UE tahun lalu, meskipun blok tersebut menyatakan komitmennya untuk sepenuhnya mengakhiri ketergantungannya pada energi Rusia.

Pada Selasa (9/9/2025) Trump mengisyaratkan AS sebenarnya dapat meningkatkan perdagangan dengan India. Trump menulis dalam sebuah unggahan media sosial, pihak AS dan India sedang berupaya mengatasi hambatan perdagangan antar negara. Trump menambahkan, dirinya menantikan saat berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia