Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina
RAMALLAH, investor.id – Dalam langkah bersejarah, Inggris, Kanada, dan Australia pada Minggu (21/9/2025) secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Keputusan ini menambah daftar negara yang mendorong solusi dua negara di tengah konflik berkepanjangan Israel-Palestina.
Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyebut pengakuan tersebut sebagai langkah irreversible atau tidak dapat ditarik kembali, yang semakin mendekatkan rakyat Palestina pada kedaulatan dan kemerdekaan.
Baca Juga:
Inggris Resmi Akui Palestina“Ini bukan akhir, tetapi awal yang perlu dibangun dan diperkuat. Langkah ini membawa kami lebih dekat pada kedaulatan dan kemerdekaan. Mungkin perang tidak akan berakhir besok, tetapi ini adalah kemajuan nyata,” ujar Shahin di Ramallah seperti dikutip Anadolu, Senin (22/9/2025).
Kritik dari Israel dan Amerika Serikat
Langkah ini menuai kritik tajam dari Israel dan Amerika Serikat (AS). Sejumlah menteri Israel menilai pengakuan tersebut tidak relevan dengan kondisi di lapangan. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bahkan menegaskan Palestina “tidak akan pernah menjadi sebuah negara”.
Shahin menolak klaim tersebut dengan menuding Israel tidak memiliki niat untuk bernegosiasi. Ia menyinggung pernyataan Netanyahu saat meresmikan pembangunan pemukiman baru di Tepi Barat, yang disebut akan memutus jalur komunitas Palestina utara dan selatan.
“Pengakuan ini bukan simbolis. Ini adalah langkah nyata, berwujud, dan tidak dapat dibatalkan yang harus diambil negara-negara jika mereka sungguh ingin mempertahankan solusi dua negara,” tegas Shahin.
Tekanan Internasional Meningkat
Prancis dan Arab Saudi termasuk di antara negara yang mendorong kembali momentum solusi dua negara. Sejumlah negara lain dijadwalkan mengikuti langkah serupa dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini.
Sementara itu, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut langkah pengakuan Palestina sebagai “aksi teatrikal” yang kontraproduktif. Namun semakin banyak negara, kecuali AS, yang mengecam serangan Israel ke Gaza, bahkan sebagian menjatuhkan sanksi kepada pejabat Israel karena dianggap menghasut kekerasan.
Tuduhan Genosida
Shahin menegaskan tekanan politik terhadap Israel harus berubah menjadi langkah ekonomi untuk menuntut akuntabilitas. “Hari ini Gaza terbakar, Gaza hancur, rakyatnya dibunuh secara sistematis,” katanya, menuduh Israel melakukan genosida—klaim yang dibantah Israel.
Pekan lalu, Komisi Penyelidikan PBB menyimpulkan Israel telah melakukan genosida di Gaza, sejalan dengan temuan Amnesty International, sejumlah akademisi, serta dua kelompok HAM terkemuka di Israel.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

